Membuka Tirai Kebenaran

Tekan Penyebaran Virus COVID-19, Belasan orang Pengunjung diwarung di razia petugas

2 min read

LINTASINDONEWS.com, REMBANG – Aparat kepolisian di Kota Rembang, Jawa Tengah mulai mengambil tindakan keras di lapangan dengan melakukan razia pada cafe, warung kopi (Warkop) dan tempat-tempat berkumpul lainnya.

Langkah ini dilakukan untuk menekan penyebaran wabah virus Corona atau COVID-19 yang kian meluas.
Razia dipimpin langsung Kapolres Rembang AKBP Dolly A. Primanto Senin (07/04/2020), sekitar pukul 22.00 WIB.

Beberapa personil polisi, mendatangi sejumlah cafe dan warung kopi di kawasan jalan pantura Rembang.

Kapolres Rembang AKBP Dolly A Primanto menyebut ada sebanyak belasan orang yang diamankan untuk dilakukan pemeriksaan di Mapolres Rembang. Berdasarkan pendataan, kebanyakan merupakan
warga pendatang luar Kabupaten Rembang.

Dolly A Primanto menambahkan, semalam saya beserta tim, bergerak disalah satu tempat lokasi di wilayah jalan pantura Rembang . Kami di sana melihat banyak kerumunan masyarakat, sekitar belasan orang. Rata-rata sebagian besar datang dari luar kota ,“jelasnya saat di konfirmasi.

Kapolres asal Magelang ini mengatakan , sejumlah belasan orang tersebut telah mengabaikan maklumat Kapolri yang isinya diantaranya melarang adanya aktiitas berkerumun di saat pandemi – COVIS – 19 seperti saat ini . Padahal sebelumnya pihak kepolisian terus – menerus memberikan himbauan .
“Kami menghimbau terkait maklumat Kapolri, dimana disana harus menghindari kerumunan dan jaga jarak, dan selalu di rumah saja, ini tidak diindahkan, serta tidak dilaksanakan. Padahal kita sudah menghimbau selama tiga minggu terus menerus. Sehingga malam ini kita tindak tegas, kami bawa ke polres, kita amankan dan untuk dilakukan pemeriksaan secara verbal ,” tegasnya.

Dalam hal ini pihaknya, menengarai adanya upaya pembiaran yang sengaja dilakukan pihak pemilik Caffe yang tidak mengingatkan terhadap para pembelinya. Kini belasan orang yang terciduk masih di amankan di mapolres Rembang guna pemeriksaan.

“Kami masih melakukan pemeriksaan terhadap belasan orang, sebagian mereka ada yang tahu, dan ada juga yang tidak mengindahkannya. Sehingga mereka kami periksa secara verbal sejauh mana mereka mengetahui tentang maklumat Kapolri itu. Dari polsek juga sudah menghimbau, tapi justru membiarkannya,” paparnya.

Sementara dari pihak Pemerintah Kabupaten Rembang telah menetapkan bahwa Rembang berstatus Kejadian Luar Biasa ( KLB ) COVID – 19 . Dari penetapan status itu, muncul kebijakan yakni pembatasan operasional toko rental dan caffe serta warung kopi hanya sampai pukul 20.00 WIB.

Hal itu semata untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona yang berpotensi terjadi pada pusat keramaian dan perkumpulan. Setelah polisi melakukan razia, seluruh pengunjung dibawa petugas dan kondisi cafe terlihat sepi. ( Tri )

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.