![]()
STOP HOAX
Opini:
Di tengah derasnya arus informasi, masyarakat kita kerap terjebak pada jebakan clickbait, potongan video, hingga manipulasi konten yang sengaja disebarkan untuk membentuk opini liar. Kasus terbaru, Menteri Keuangan Sri Mulyani diviralkan dengan potongan video yang seolah menyebut “guru adalah beban negara”.
Faktanya? Itu murni HOAX!
Kementerian Keuangan melalui Biro Komunikasi dan Layanan Informasi sudah menegaskan bahwa potongan video tersebut adalah hasil manipulasi alias deepfake berbasis kecerdasan buatan (AI). Sri Mulyani sama sekali tidak pernah mengucapkan kalimat yang merendahkan guru.
Mari kita cermati: dalam forum resmi di ITB, Sri Mulyani justru menggarisbawahi betapa beratnya tantangan keuangan negara dalam membiayai sektor pendidikan, khususnya terkait gaji guru dan dosen. Pertanyaannya, apakah seluruh beban pembiayaan harus ditanggung negara atau ada ruang partisipasi masyarakat? Itulah poin penting yang dipelintir menjadi fitnah murahan.
Di era teknologi canggih, manipulasi digital semakin sulit dikenali. Wajah, suara, bahkan intonasi bisa ditiru. Masyarakat harus ekstra kritis sebelum menelan mentah-mentah konten viral. Jangan sampai kita ikut menyebarkan kabar bohong yang berujung merusak reputasi, menyesatkan publik, dan meracuni ruang demokrasi digital kita.
Mari bijak dalam bermedia sosial:
- Bijak berpikir. Jangan mudah termakan sensasi.
- Bijak berkomentar. Jangan sampai komentar kita justru memperkuat hoax.
- Bijak membagikan. Sebelum share, pastikan kebenaran informasi.
Menghormati guru adalah kewajiban kita semua. Namun membela kebenaran dari hoax adalah tanggung jawab bersama. Karena pada akhirnya, yang merugi bukan hanya Sri Mulyani atau Kemenkeu, melainkan kepercayaan masyarakat terhadap informasi yang beredar.
Opini|Redaksi




-
Rp 200 Juta untuk Tiga Lumbung, Diduga Fiktif: LAPAAN RI Soroti Dugaan Penyimpangan Dana Desa -
Jangan Biarkan SPPG Menjadi Alat Kepentingan: Ketika Profesionalisme Kalah oleh Kedekatan -
Irigasi Wukirsawit Disorot, Aktivis: Jangan Sampai Anggaran Besar Berujung Pekerjaan Asal Jadi -
SMP BK Kaliboto Mojogedang Berdiri di Atas Tanah Kas Desa, Disorot karena Diduga Terima Bantuan Rp1,4 Miliar Lebih -
HUT Ke-2 DePA-RI, Luthfi Yazid Serukan Advokat Bersatu Kawal UU Advokat Baru dan Keadilan
- Rp 200 Juta untuk Tiga Lumbung, Diduga Fiktif: LAPAAN RI Soroti Dugaan Penyimpangan Dana Desa
- Jangan Biarkan SPPG Menjadi Alat Kepentingan: Ketika Profesionalisme Kalah oleh Kedekatan
- Irigasi Wukirsawit Disorot, Aktivis: Jangan Sampai Anggaran Besar Berujung Pekerjaan Asal Jadi
- SMP BK Kaliboto Mojogedang Berdiri di Atas Tanah Kas Desa, Disorot karena Diduga Terima Bantuan Rp1,4 Miliar Lebih
- HUT Ke-2 DePA-RI, Luthfi Yazid Serukan Advokat Bersatu Kawal UU Advokat Baru dan Keadilan





MEMBUKA TIRAI KEBENARAN

