SRAGEN, Rabu 10 Desember 2025 — SMP Negeri 3 Gemolong membentuk Satuan Tugas (Satgas) Kelas MBG dan menggelar pendidikan dan pelatihan (diklat) bagi 35 siswa terpilih untuk memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah berjalan selama satu tahun. Mengusung tema “Menumbuhkan Karakter Baik dengan Pelaksanaan Tertib MBG”, kegiatan ini menekankan pentingnya disiplin, edukasi gizi, dan pembiasaan perilaku sehat di lingkungan sekolah.
Siswa SMPN 3 Gemolong saat mengikuti Diklat Satgas MBG. Rabu (10/12/2025).
Sebagai salah satu sekolah percontohan pelaksana MBG, para siswa mengaku banyak merasakan manfaat program tersebut. Konsentrasi belajar meningkat, stamina lebih stabil, serta kebiasaan makan sehat mulai terbentuk secara konsisten.
Kasek SMPN 3 Gemolong saat di konfirmasi, Rabu (10/12/2025)
Kepala SMPN 3 Gemolong, Arif Sudarmanto, S.Pd., M.Si., menegaskan bahwa MBG bukan sekadar penyediaan makanan, tetapi juga sarana membentuk karakter dan kedisiplinan pelajar. Ia bahkan menyebut program Presiden Prabowo itu sebagai sebuah “program mercusuar”.
Anisa Tri Banowati, S.Gz Ahli Gizi SPPG 01 Gemolong di dampingi Dwi Ismanto dan Febriana Hartati, S.Pd bagian pengawas pemeliharaan dan penghantar SPPG 01 Gemolong.
“MBG membawa perubahan nyata bagi anak-anak. Dampaknya langsung terlihat, baik dari kesehatan, perilaku, maupun prestasi. Jika IKN adalah karya monumental Presiden Jokowi, maka MBG adalah karya monumental presiden saat ini,” ujarnya saat sambutan.
Pada sesi diklat, ahli gizi dari SPPG 01 Gemolong, Anisa Tri Banowati, S.Gz., memberikan materi mengenai standar menu MBG, kandungan gizi, serta proses penyajiannya. Ia menegaskan bahwa pihak penyedia makanan selalu terbuka terhadap kritik dan saran demi peningkatan kualitas layanan.
Anisa juga memutar video proses pengolahan makanan — mulai dari dapur produksi, persiapan bahan, pengolahan, hingga penyajian — agar siswa memahami alur penyediaan makanan bergizi serta peran SPPG 01 Gemolong dalam menjaga kualitas program.
Di sela acara Arif kepada lintasindonews menyampaikan, pembentukan satgas bertujuan memastikan pelaksanaan MBG lebih lancar dan tertib.
“Kami menjelaskan bahwa MBG adalah program nasional, bukan program sekolah. Kami juga menghadirkan ahli gizi agar siswa paham manfaatnya. Program ini diharapkan tidak hanya dipahami sebagai makan gratis, tetapi juga menanamkan karakter bersyukur dan adab makan yang baik,” jelas Arif.
Sementara itu diakhir acara saat di wawancarai lintasindonews, Anisa menyampaikan apresiasi atas inisiatif SMPN 3 Gemolong yang membentuk tim pembagian makanan secara mandiri.
“Saya kagum karena sekolah berinisiatif membentuk satgas agar pembagian makanan terplot dengan baik dari kelas 1 hingga kelas 3. Harapan kami, sekolah lain juga bisa mencontoh langkah ini,” ujar Anisa.
Diklat ditutup dengan komitmen siswa untuk menjadi teladan dalam menjaga ketertiban, kebersihan, dan kedisiplinan pelaksanaan MBG di sekolah. Para satgas nantinya bertugas di kelas masing-masing untuk memastikan pembagian makanan berjalan teratur.