![]()
-
Dana Desa Rp90 Juta untuk Talud Krobokan Disorot: Berdiri di Lahan Perhutani, Pemdes Diminta Buka Penjelasan -
SETELAH GEMOLONG DAN KALIJAMBE, KINI TANON DISOROT! Motor Kades Karangasem Terlihat Berpelat Putih, Jawaban “Nanti Kalau Longgar” Mengundang Pertanyaan -
93 Titik P3TGAI di Wonogiri Aliri 2.661,5 Hektare Lahan, Dukung Ketahanan Pangan -
FORMASA Fest #1 Himpun 67 Ormas di Solo, Budiman Sudjatmiko Bahas Kemiskinan dan Akses Kesejahteraan -
Tim Wasev Mabesad Turun ke Trucuk, Pastikan Proyek TMMD Kodim Klaten Tepat Sasaran
GROBOGAN – Produk hasil pertanian dan peternakan yang dikelola warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Purwodadi sukses mencuri perhatian masyarakat dalam kegiatan Car Free Day (CFD) di depan Lapas Purwodadi, Minggu (7/6/2026).
Melalui program ketahanan pangan yang terus dikembangkan, Lapas Purwodadi memasarkan berbagai hasil produksi warga binaan berupa telur ayam, terong, dan kangkung. Antusiasme masyarakat yang tinggi membuat seluruh produk yang dijual habis terjual dalam waktu singkat.
- Dana Desa Rp90 Juta untuk Talud Krobokan Disorot: Berdiri di Lahan Perhutani, Pemdes Diminta Buka Penjelasan
- SETELAH GEMOLONG DAN KALIJAMBE, KINI TANON DISOROT! Motor Kades Karangasem Terlihat Berpelat Putih, Jawaban “Nanti Kalau Longgar” Mengundang Pertanyaan
- 93 Titik P3TGAI di Wonogiri Aliri 2.661,5 Hektare Lahan, Dukung Ketahanan Pangan
- FORMASA Fest #1 Himpun 67 Ormas di Solo, Budiman Sudjatmiko Bahas Kemiskinan dan Akses Kesejahteraan
- Tim Wasev Mabesad Turun ke Trucuk, Pastikan Proyek TMMD Kodim Klaten Tepat Sasaran
Dalam kegiatan tersebut, Lapas Purwodadi menawarkan 20 kilogram telur ayam, 17 kilogram terong yang dikemas dalam 26 plastik, serta 10 kilogram kangkung yang dikemas menjadi 30 ikat. Seluruh komoditas tersebut merupakan hasil budidaya pertanian dan peternakan yang dikelola langsung oleh warga binaan sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian.
Dari hasil penjualan, telur ayam menghasilkan pendapatan sebesar Rp480.000, terong Rp78.000, dan kangkung Rp30.000. Total omzet yang diperoleh mencapai Rp588.000.Kepala Lapas Kelas IIB Purwodadi, Erik Murdiyanto, mengatakan kegiatan pemasaran produk melalui CFD merupakan bentuk nyata keberhasilan program pembinaan yang selama ini dijalankan di lingkungan lapas.
Menurutnya, program ketahanan pangan tidak hanya berorientasi pada hasil produksi yang bernilai ekonomis, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi warga binaan untuk memperoleh keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke masyarakat.
“Program ketahanan pangan tidak hanya menghasilkan produk yang bernilai ekonomis, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi warga binaan untuk mengembangkan keterampilan di bidang pertanian dan peternakan. Harapannya, ilmu dan pengalaman yang diperoleh dapat menjadi bekal usaha mandiri ketika mereka telah selesai menjalani masa pidana,” ujar Erik.
Ia menambahkan, kegiatan CFD menjadi media yang efektif untuk memperkenalkan hasil karya warga binaan kepada masyarakat luas sekaligus membangun kepercayaan publik terhadap proses pembinaan yang berlangsung di dalam lapas.
Program tersebut juga menjadi bagian dari dukungan terhadap akselerasi program Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan di bidang ketahanan pangan yang saat ini terus digencarkan di berbagai satuan kerja pemasyarakatan.
Ke depan, Lapas Purwodadi berkomitmen untuk terus mengembangkan sektor pertanian dan peternakan produktif sebagai sarana pembinaan yang mampu meningkatkan keterampilan, kemandirian, serta kesiapan warga binaan dalam menghadapi kehidupan setelah bebas.

Melalui program tersebut, warga binaan diharapkan memiliki bekal keterampilan yang cukup untuk membangun usaha secara mandiri dan berkontribusi positif bagi masyarakat.
Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar serta menjadi bukti nyata bahwa program pembinaan kemandirian dapat menghasilkan manfaat ekonomi sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia warga binaan. (Ali~Grobigan)
Editor: Rian Derasta
BREAKING NEWS
Membuka Tirai Kebenaran
-
Dana Desa Rp90 Juta untuk Talud Krobokan Disorot: Berdiri di Lahan Perhutani, Pemdes Diminta Buka Penjelasan
LINTASINDONEWS BOYOLALI – Pembangunan talud jalan di Desa Krobokan, Kecamatan Juwangi, Kabupaten Boyolali, yang dibiayai Dana Desa (DD) tahun anggaran 2026 senilai Rp90 juta, mulai menjadi sorotan. Bukan hanya terkait kualitas fisik bangunan, tetapi juga menyangkut kejelasan status lahan yang digunakan, lantaran lokasi pembangunan disebut berada di atas tanah milik Perhutani. Persoalan tersebut semakin menarik…
-
SETELAH GEMOLONG DAN KALIJAMBE, KINI TANON DISOROT! Motor Kades Karangasem Terlihat Berpelat Putih, Jawaban “Nanti Kalau Longgar” Mengundang Pertanyaan
LINTASINDONEWS LINTASINDONEWS | SRAGEN – Persoalan penggunaan pelat nomor putih pada sepeda motor yang diduga merupakan kendaraan dinas kepala desa kembali menjadi perhatian. Setelah sebelumnya mencuat di wilayah Kecamatan Gemolong dan Kalijambe, kini temuan serupa muncul di Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. BACA JUGA: Kali ini, sorotan mengarah ke Desa Karangasem. Pada Sabtu (31/10/2026),…
-
93 Titik P3TGAI di Wonogiri Aliri 2.661,5 Hektare Lahan, Dukung Ketahanan Pangan
LINTASINDONEWS WONOGIRI – Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di Kabupaten Wonogiri pada 2026 dilaksanakan di 93 titik dengan cakupan layanan irigasi yang mampu mengairi lahan pertanian seluas 2.661,5 hektare. Program ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan petani. Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan…




