Jejak Gotong Royong Keluarga Reksopradonggo Warnai Pembangunan Masjid dan Ponpes Sapu Jagad di Gemolong

Jejak Gotong Royong Keluarga Reksopradonggo Warnai Pembangunan Masjid dan Ponpes Sapu Jagad di Gemolong

Loading

SRAGEN – Semangat gotong royong terus mengiringi proses pembangunan Masjid dan Pondok Pesantren Sapu Jagad di Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Dukungan tersebut datang dari berbagai kalangan, mulai dari keluarga besar keturunan R.M.T. Lurah Reksopradonggo, tokoh masyarakat, pelaku usaha, hingga para dermawan yang memberikan bantuan dalam berbagai bentuk.

Pembina Nasional Sapu Jagad sekaligus Persguard AKJII, Janter Suharti, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam pembangunan rumah ibadah dan pondok pesantren tersebut.Menurutnya, bantuan yang diberikan tidak hanya berupa material bangunan, seperti semen, tetapi juga dukungan lainnya yang sangat membantu kelancaran proses pembangunan.

Janter menyebut keluarga besar keturunan R.M.T. Lurah Reksopradonggo turut memberikan kontribusi. Di antaranya keluarga almarhumah Ny. Soekarti Sroedojo, almarhumah Ny. Resotembong, almarhumah Ny. Soetanti Prodjokartono, almarhum R.M. Soetanto, beserta keturunan hingga generasi buyut, canggah, dan seterusnya.Selain itu, sejumlah tokoh dan masyarakat yang disebut ikut memberikan dukungan antara lain Samsul Bambang Eko, Dewi Fitri, Agung K, Anto Wahono Basuki, Alex Legiman, Supadi Mulyadi Widodo, Sukun Teguh, Kedut Sunar, Atok Supriyadi Jagad, Agus Prasojo, Yudi Topik, Tugino Suprat, Kepala Desa Santoso, Giyanto Bering, Digit Solo, Andi Tagong, Roberto Jas Yakub, Rohmat Irsan Uma, CV Muyoasih Endang Pinangsih, Didik Sugiarto, Andre Agung Satria, CV Primajaya Febri, Medi Purnomo, Ucok, Eko GA, serta sejumlah pihak lainnya.

Janter mengatakan hubungan silaturahmi yang selama ini dibangun dengan berbagai elemen masyarakat menjadi salah satu faktor yang mendorong mengalirnya dukungan terhadap pembangunan Masjid dan Pondok Pesantren Sapu Jagad.

“Pembangunan ini merupakan hasil kebersamaan. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu, baik dalam bentuk material, tenaga, maupun dukungan moral,” ujarnya, Jumat (1/8/2026).

Ia berharap proses pembangunan dapat berjalan lancar hingga selesai sehingga nantinya dapat dimanfaatkan sebagai pusat ibadah, pendidikan, dan kegiatan sosial keagamaan bagi masyarakat.Dalam kesempatan tersebut, Janter juga menyebut sejumlah komunitas dan individu, termasuk Poni dan Tatto, turut memberikan bantuan material sebagai bentuk kepedulian terhadap pembangunan fasilitas keagamaan tersebut. (Red)