![]()
CERITA ANAK BANGSA
JAKARTA – Perjalanan hidup penuh keterbatasan yang dialami Muhammad Ja’far Hasibuan kini berbuah prestasi membanggakan. Berawal dari modal hanya Rp70 ribu saat merantau, putra asal Kabupaten Padang Lawas Utara, Sumatera Utara, tersebut berhasil meluncurkan buku ilmiah yang kini menjadi referensi akademik dan mendapat apresiasi dari berbagai kalangan.
Peluncuran sekaligus bedah buku bertajuk “Penemu Biofar SS: Anak Desa dari 70 Ribu Mendunia” digelar dalam Seminar dan Talkshow Skala Internasional di Aula G Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), Jakarta, Sabtu (1/8/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan Mega Press Nusantara itu dihadiri sekitar 500 peserta secara langsung dan 1.500 peserta secara daring. Acara juga mendapat dukungan dari Perpustakaan Nasional RI, Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI), Kementerian Pemuda dan Olahraga RI, serta Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia.
Muhammad Ja’far Hasibuan yang kini tercatat sebagai mahasiswa Semester I Program Studi Magister Gizi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara (FKM USU) mengatakan peluncuran bukunya diresmikan atas nama Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo melalui perwakilan pimpinan Polri.
“Peluncuran ini menjadi bukti bahwa keterbatasan sosial dan ekonomi bukanlah penghalang untuk menghasilkan karya ilmiah yang memenuhi standar akademik dan mampu memberikan kontribusi bagi perkembangan ilmu pengetahuan,” ujar Ja’far kepada awak media.
Dalam bukunya, Ja’far mengisahkan perjalanan hidup sebagai anak yatim dari desa terpencil yang merantau dengan bekal hanya Rp70 ribu. Demi menyelesaikan pendidikan, ia berjualan roti sambil menempuh kuliah.
Berbagai keterbatasan yang dihadapi justru menjadi pijakan untuk melakukan penelitian lapangan, pengujian laboratorium, hingga melahirkan inovasi Biofar SS yang formulanya masih dirahasiakan.
Menurut Ja’far, kesempatan memperoleh Beasiswa Kapolri menjadi motivasi untuk menghasilkan penelitian yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Seluruh kompetensi dan wawasan yang saya peroleh selama pendidikan saya arahkan menjadi karya terapan dan inovasi yang teruji secara ilmiah agar dapat diakses masyarakat, khususnya kelompok yang memiliki keterbatasan pelayanan kesehatan,” katanya.
Buku setebal lebih dari 400 halaman tersebut disusun menggunakan lebih dari 200 referensi ilmiah lintas disiplin. Isinya tidak hanya memuat kisah inspiratif, tetapi juga mengintegrasikan pengalaman hidup dengan teori-teori ilmiah yang diakui secara internasional.
Berbagai teori tingkat tinggi seperti Teori Modal Sosial, Kapabilitas Manusia, Teori Aksi Terencana, Teori Keadilan Kesehatan, hingga Determinan Sosial Kesehatan menjadi landasan akademik dalam buku tersebut.
Selain itu, Ja’far juga mengulas berbagai teori menengah seperti Psikologi Perkembangan, Teori Sistem Ekologi, Post-Traumatic Growth, Growth Mindset, hingga Consolidated Framework for Implementation Research (CFIR).
Pada aspek manajemen, ia mengadopsi Prinsip Pareto 80/20, Matriks Eisenhower, metode RACI, dan Work Breakdown Structure (WBS) untuk menjelaskan proses pengembangan inovasi secara sistematis.
Acara dibuka oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang diwakili Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri, Komjen Pol Drs. R.Z. Panca Putra Simanjuntak, M.Si. Sambutan Kapolri dibacakan oleh Irjen Pol Dr. Andry Wibowo, S.I.K., M.H., M.Si.
Dalam sambutan tersebut disampaikan bahwa karya Muhammad Ja’far Hasibuan membuktikan keberhasilan seseorang tidak ditentukan oleh kondisi ekonomi, melainkan oleh kejujuran, disiplin, kerja keras, dan kepedulian terhadap masyarakat.Guru Besar FKM UI, Prof. dr. Adang Bachtiar, M.P.H., D.Sc., menilai buku tersebut memiliki nilai akademik tinggi karena mampu menghubungkan pengalaman hidup autentik dengan teori-teori mutakhir di bidang kesehatan masyarakat, inovasi, dan kepemimpinan.
Menurutnya, karya tersebut bahkan telah menjadi bahan diskusi di kalangan profesor dan membuka peluang bagi Ja’far untuk melanjutkan studi doktoral (S3) di Harvard University.Apresiasi juga datang dari Wakil Dekan II Fakultas Psikologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Dr. Rosleny Marliani, M.Si., CPP, yang menilai perjalanan hidup Ja’far merupakan contoh nyata resiliensi, perkembangan psikologis, dan aktualisasi diri.
Sementara itu, Guru Besar FKM USU, Prof. Dr. Ir. Zulhaida Lubis, M.Kes., menyebut karya tersebut sebagai kebanggaan bagi keluarga, almamater, sekaligus bangsa Indonesia.
Penghargaan juga diberikan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga RI melalui Dr. Ir. Hendro Wicaksono, M.Sc.Eng., yang menetapkan Muhammad Ja’far Hasibuan sebagai Ikon Pemuda Terdaftar Resmi Kemenpora RI.Tak hanya itu, Perpustakaan Nasional RI turut menetapkan buku tersebut sebagai salah satu koleksi referensi nasional.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan diskusi ilmiah, penyerahan buku, serta penandatanganan dokumen referensi.
Melalui pendekatan multidisiplin yang memadukan pengalaman empiris dengan teori ilmiah, buku “Penemu Biofar SS: Anak Desa dari 70 Ribu Mendunia” diharapkan menjadi rujukan bagi akademisi, peneliti, praktisi, hingga para pembuat kebijakan.
Di penghujung acara, Muhammad Ja’far Hasibuan menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo atas kepercayaan yang diberikan melalui Program Beasiswa Kapolri.
Menurutnya, kesempatan tersebut menjadi amanah yang terus ia wujudkan melalui karya ilmiah dan inovasi yang diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas. (Megy).
BREAKING NEWS
-
Viral! Berawal dari Modal Rp70 Ribu, Anak Desa Ini Tembus Panggung Akademik Dunia, Bukunya Jadi Referensi Ilmiah -
Jejak Gotong Royong Keluarga Reksopradonggo Warnai Pembangunan Masjid dan Ponpes Sapu Jagad di Gemolong -
VIRAL! Kirab Bersih Dusun Kadirejo, Ogoh-Ogoh Raksasa Bikin Ribuan Warga Terpukau -
Lebih dari Dua Dekade Mengabdi, Gus Satrio Hadirkan Terapi Tradisional Bernuansa Sunnah untuk Masyarakat Sragen -
BUMD Blora Disorot DPRD, PDIP Usulkan Pansus: BPR Blora Artha, BWU hingga BPE Dinilai Belum Maksimalkan Potensi PAD
KABAR TERKINI
- Viral! Berawal dari Modal Rp70 Ribu, Anak Desa Ini Tembus Panggung Akademik Dunia, Bukunya Jadi Referensi Ilmiah
- Jejak Gotong Royong Keluarga Reksopradonggo Warnai Pembangunan Masjid dan Ponpes Sapu Jagad di Gemolong
- VIRAL! Kirab Bersih Dusun Kadirejo, Ogoh-Ogoh Raksasa Bikin Ribuan Warga Terpukau
- Lebih dari Dua Dekade Mengabdi, Gus Satrio Hadirkan Terapi Tradisional Bernuansa Sunnah untuk Masyarakat Sragen
- BUMD Blora Disorot DPRD, PDIP Usulkan Pansus: BPR Blora Artha, BWU hingga BPE Dinilai Belum Maksimalkan Potensi PAD
