![]()
JEJAK KASUS
Karanganyar – Pelaksanaan program bantuan irigasi melalui Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) di Desa Tugu, Kecamatan Jumantono, Kabupaten Karanganyar, dengan nilai anggaran sekitar Rp195 juta, menjadi sorotan publik. Program yang bertujuan meningkatkan kualitas jaringan irigasi sekaligus memberdayakan petani itu diduga tidak sepenuhnya dilaksanakan sesuai prinsip swakelola.
Sejumlah pihak mempertanyakan dugaan keterlibatan seorang perangkat desa yang disebut menjabat sebagai Kepala Urusan (Kaur) dalam pelaksanaan pekerjaan proyek tersebut. Perangkat desa itu juga disebut merupakan anak dari kepala desa setempat.
Padahal, berdasarkan prinsip pelaksanaan program P3A, pekerjaan diharapkan dilaksanakan secara swakelola oleh kelompok petani yang tergabung dalam organisasi P3A agar manfaat program tidak hanya menghasilkan bangunan irigasi yang berkualitas, tetapi juga memberikan tambahan pendapatan bagi para petani.
Sorotan tersebut juga mengacu pada ketentuan yang menyebutkan bahwa perangkat desa tidak diperbolehkan merangkap sebagai pengurus P3A karena berpotensi menimbulkan konflik kepentingan, penyalahgunaan wewenang, serta tumpang tindih dalam pengelolaan program bantuan pemerintah, sebagaimana tergambar pada dokumen yang beredar.
Seorang pemerhati kebijakan publik menilai, tujuan utama bantuan P3A bukan sekadar membangun talud irigasi, tetapi juga memberdayakan petani sebagai pelaksana utama pekerjaan.
“Program ini sangat bermanfaat bagi petani. Selain memperbaiki saluran irigasi agar pengairan sawah lebih optimal, pelaksanaannya juga seharusnya memberikan kesempatan kerja kepada anggota P3A melalui sistem swakelola sehingga hasil pembangunan berkualitas dan manfaat ekonominya dirasakan langsung oleh petani,” ujarnya.
Menurutnya, apabila pekerjaan justru dikerjakan oleh pihak di luar kelompok P3A, terlebih melibatkan perangkat desa, maka hal tersebut layak mendapat perhatian agar tidak menimbulkan dugaan konflik kepentingan maupun penyimpangan dalam pelaksanaan program.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Desa Tugu, Ngadi, maupun Kaur Mul belum berhasil ditemui untuk dimintai klarifikasi terkait dugaan tersebut. Upaya konfirmasi akan terus dilakukan sebagai bagian dari prinsip keberimbangan pemberitaan.
(Tim
BREAKING NEWS
-
Bukan Sekadar Tempat Bermain, Wahana Sendang Salju di Karanganyar Tawarkan Edukasi hingga Bantu UMKM Lokal -
Penataan PKL Jalan Slamet Riyadi Tuai Sorotan, Pedagang Pertanyakan Konsistensi Penertiban -
Dua Bintang Muda FS17 Football Academy Solo Resmi Berseragam Persija EPA, Langsung Dikontrak Tiga Tahun -
Kepala Desa Tugu Bantah Tudingan Kelola Desa dengan Sistem Manajemen Tunggal, Tegaskan Pemerintahan Berjalan Transparan -
Dana BUMDes Nyaris Rp700 Juta Disorot, Kini Muncul Dugaan Anggaran Ganda Wisata Pasar Bahulak di Karungan
TERKINI
- Bukan Sekadar Tempat Bermain, Wahana Sendang Salju di Karanganyar Tawarkan Edukasi hingga Bantu UMKM Lokal
- Penataan PKL Jalan Slamet Riyadi Tuai Sorotan, Pedagang Pertanyakan Konsistensi Penertiban
- Dua Bintang Muda FS17 Football Academy Solo Resmi Berseragam Persija EPA, Langsung Dikontrak Tiga Tahun
- Kepala Desa Tugu Bantah Tudingan Kelola Desa dengan Sistem Manajemen Tunggal, Tegaskan Pemerintahan Berjalan Transparan
- Dana BUMDes Nyaris Rp700 Juta Disorot, Kini Muncul Dugaan Anggaran Ganda Wisata Pasar Bahulak di Karungan
-
Bukan Sekadar Tempat Bermain, Wahana Sendang Salju di Karanganyar Tawarkan Edukasi hingga Bantu UMKM Lokal
BAHANA WISATA KARANGANYAR – Berawal dari imajinasi anak-anak yang kemudian diwujudkan dalam bentuk nyata, sebuah usaha wahana permainan dan kafe di Kabupaten Karanganyar terus berkembang sejak pertama kali dibuka pada 2022. Tempat tersebut mengusung konsep Wahana Sendang Salju, yang memadukan hiburan, edukasi, serta ruang bagi masyarakat dan pelaku usaha kecil untuk ikut mendapatkan manfaat ekonomi.…
-
Penataan PKL Jalan Slamet Riyadi Tuai Sorotan, Pedagang Pertanyakan Konsistensi Penertiban
Surakarta – Penataan dan penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) di sisi utara Jalan Slamet Riyadi, Kota Surakarta, kembali menjadi sorotan. Sejumlah pedagang menilai pelaksanaan penertiban di lapangan belum sepenuhnya berjalan merata sehingga memunculkan anggapan adanya perlakuan yang berbeda terhadap sesama PKL. Di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih, berjualan sebagai PKL menjadi pilihan banyak…
-
Dua Bintang Muda FS17 Football Academy Solo Resmi Berseragam Persija EPA, Langsung Dikontrak Tiga Tahun
JAKARTA – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan FS17 Football Academy (FS17FA) Solo. Dua pemain binaannya, M. Kenzie Alvaro Chamdani dan Fransiscus Bayu Putra Widana, resmi bergabung dengan Persija Elite Pro Academy (EPA) setelah menandatangani kontrak berdurasi tiga tahun pada Selasa (4/8/2026). Keberhasilan kedua pemain muda tersebut menjadi bukti konsistensi FS17FA dalam mencetak talenta sepak bola yang…


