Membuka Tirai Kebenaran

Babinsa Saren Jadi Irup : Pentingnya Rasa Cinta Tanah Air

2 min read

Saat Upacara Bendera, senin (9/9).

SRAGEN, LINTASINDONEWS.com –
Serda Giyanto Babinsa Desa Saren melaksanakan kegiatan menjadi Irup upacara Bendera Merah Putih di SMA Muh 8 Kalijambe, Senin (9/9) Pukul 07.00 WIB – selesai.

Adapun yang Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala sekolah SMA 8 Muh Kalijambe Bpk Drs. Agus Lukman Zaedi, Babinsa 18/Kalijambe Serda Giyanto, Para Guru & karyawan SMA Muh 8 Kalijambe sebanyak 15 orang, Siswa/siswi SMA Muh 8 Kalijambe kurang lebih 75 orang.

Dalam Amanatnya Pembina Upacara memberikan arahan kepada adik – adik siswa semua tentang ancaman kedepan dan peran generasi muda dalam menghadapi ancaman proxi war, yang menjadi trend dalam ilmu strategis khususnya bagi pelajar sebagai generasi bangsa indonesia dan tujuan upacara bendera.

Pelajar merupakan suatu sasaran Binter mampu mempersiapkan pelajar untuk ketersediaan pangan, air bersih dan energi maka di wil kalijambe tidak akan muncul konflik yang dapat mengancam keamanan wilayah, sesuai dgn situasi dan kemajuan tehnologi saat ini.

Beberapa kepentingan kelompok saat ini mendorong munculnya perang jenis baru diantaranya perang proxy war, proxy war merupakan suatu konfrontasi secara langsung yg beresiko pada kehancuran fatal.

Untuk mengatasi datangnya proxy war upaya yang terbaik dan paling sederhana adalah BACK TO BASIC cinta dan peduli terhadap kepentingan negara merupakan kepentingan tertinggi diatas segala-galanya.

Maka Pelajar sebagai pengawal bangsa dan motor dalam kebangkitan serta perubahan seperti yang digelorakan para pemuda melalui sumpah pemuda menjadi tokoh dan contoh dilingkungan, menjaga keutuhan pancasila dan kebhinekaan serta keberagaman.

Pentingnya memiliki rasa cinta tanah air, disiplin memiliki integritas yang dapat dibiasakan dengan kegiatan upacara bendera, hal tersebut menjadi modal yang baik.

“Pada kesempatan ini saya menghimbau juga agar siswa/pelajar dapat membantu untuk membangun suatu negara dengan bentuk pluralisme seperti indonesia, kewajibanmu hanya belajar kelak kalian semua mnjadi generasi penerus yg akan memimpin negeri ini “ ujar Giyanto. (Heri/hms)

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.