Membuka Tirai Kebenaran

BUMDes Milik Desa Denanyar Sudah Di Rintis

2 min read
Kades Ruboko memakai Peci beserta dua perangkat desa

BUMDes Milik Desa Denanyar Sudah Di Rintis

LintasIndoNews.com, Sragen –– Badan usaha milik desa (atau diakronimkan menjadi Bumdes) merupakan usaha desa yang dikelola oleh Masyarakat dan berbadan hukum. Pemerintah Desa dapat mendirikan Badan Usaha Milik Desa sesuai dengan kebutuhan dan potensi Desa. Pembentukan Badan Usaha Milik Desa ditetapkan dengan Peraturan Desa. Kepengurusan Badan Usaha Milik Desa terdiri dari masyarakat desa setempat.

Kades Ruboko

Permodalan Badan Usaha Milik Desa dapat berasal dari Pemerintah Desa, bantuan Pemerintah, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota, pinjaman, atau penyertaan modal pihak lain atau kerja sama bagi hasil atas dasar saling menguntungkan. Badan Usaha Milik Desa dapat melakukan pinjaman, yang dapat dilakukan setelah mendapat persetujuan BPD.

Alokasi Dana Desa adalah dana yang dialokasikan oleh Pemerintah Kabupaten/Kota untuk desa, yang bersumber dari bagian dana perimbangan keuangan pusat dan daerah yang diterima oleh Kabupaten/Kota.

Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa selanjutnya disingkat APB Desa adalah rencana keuangan tahunan pemerintahan desa yang dibahas dan disetujui bersama oleh Pemerintah Desa dan BPD, yang ditetapkan dengan Peraturan Desa.

Untuk itu seperti Desa yang kini sudah merintis BUMDes adalah Desa Denanyar Kecamatan Tangen Kabupaten Sragen, telah mempersiapkan diri maupun para pengurusnya hingga berbadan hukum. Yang di kelola masyarakat dan diawasi oleh BPD.

Uniknya Desa ini sudah memiliki keuangan sebesar Rp.500 juta yang tadinya hanya bermodal Rp.10 juta dengan cara sistem pinjaman tanpa agunan (jaminan).

Awal mula perintisan sudah sejak Tahun 2005, kala itu Ruboko Kades Denanyar sebelum menjabat Kades sudah merintis untuk bidang usaha desa melalui LKD, dengan meminjam dari Indakop (Induk Koperasi) Sragen. Dan dengan keuletan para pengurus kala itu membuahkan hasil, kini setelah ada regulasi tentang desa wajib memiliki BUMDes sudah memiliki modal hingga Rp.500 juta, inilah sesuatu hal yang harus diapresiasi.

Saat di konfirmasi Ruboko di dampingi Sekdes Daryono dan Kadus Marsono di ruang kerjanya, Ruboko menyampaikan BUMDes Denanyar harus segera di prioritaskan, mengingat Bupati Sragen sudah memberikan arahan untuk segera mendirikan BUMDes.

” Kami ingin desa denanyar membangun dengan mementingkan pembangunan yang lebih berorientasi kepada skala prioritas dulu, yakni usulan dari masyarakat mana yang harus di dahulukan, dan untuk BUMDes kedepan semoga bisa menjadi PAD sesuai harapan program Pemerintah, ” Jelas Ruboko.

Ketika di singgung dua embung desa yang rencananya bisa menjadi daya tarik wisata, Ruboko menyatakan ada kendala yang harus di rembuk bersama, yakni lokasi dekat embung bukan milik desa, namun milik masyarakat.

“Jika pemilik lahan bisa diajak kerja sama dengan desa, kami serahkan kepada para tokoh masyarakat dan lembaga desa bagaimana baiknya, karena jika di kelola BUMDes masyarakat pula yang akan mengelola, dan BPD sebagai pengawasnya, ” Terangnya. (Har/wanto/fajar)

Editor: Rian

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.