Membuka Tirai Kebenaran

Debat Ma’ruf Amin VS Sandiaga Uno, Bakalan Duel Head To Head

3 min read
Cawapres nomor urut 01 Maruf Amin menyampaikan pidato kebangsaan dalam kegiatan Muslimah Bersatu Untuk Indonesia di Istora Senayan, kompleks GBK, Jakarta, Minggu (24/2/2019). Dalam acara yang diadakan Arus Baru Muslimah tersebut dideklarasikan dukungan untuk pasangan Capres-Cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Maruf Amin dalam Pemilu 2019. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/aww.
Referensi pihak ketiga

LintasIndoNews.com — Dua calon wakil presiden, Ma’ruf Amin dan Sandiaga Uno, akan bertemu pada debat ketiga Pemilihan Presiden 2019 yang akan digelar pada 17 Maret 2019.

Debat ketiga akan mengangkat tema seputar pendidikan, ketenagakerjaan, kesehatan, sosial, dan budaya.

Banyak menantikan performa Ma’ruf tanpa didampingi capres Joko Widodo pada debat ketiga ini.

Setelah debat pertama, 17 Januari 2019, penampilan Ma’ruf dinilai banyak pihak belum maksimal. Ma’ruf cenderung pasif karena waktu yang diberikan kepada cawapres juga tidak banyak.

Menurut pantauan Kompas.com, pada debat pertama Ma’ruf hanya berbicara sebanyak lima kali dengan total durasi selama 4 menit 16 detik.

Sementara itu, Jokowi berbicara sebanyak 21 kali, termasuk saat memaparkan visi misi dan memberikan pernyataan penutup. Total durasi saat Jokowi berbicara ialah 23 menit 46 detik.

Bahkan, di awal-awal debat Ma’ruf hanya menyatakan dirinya mendukung apa yang diungkapkan Jokowi ketika moderator menanyakan apakah ia ingin menambahkan sesuatu atau tidak karena waktu masih tersisa.

Debat ketiga menjadi kesempatan masing-masing cawapres untuk mengeksplorasi gagasannya.

Ma’ruf Amin akan akan langsung “head to head” dengan Sandiaga.

Sejumlah persiapan telah dilakukan keduanya. Sandiaga bahkan sudah bertemu sejumlah tokoh untuk meminta masukan.

Bagaimana dengan persiapan Ma’ruf Amin?

Siap hadapi Sandiaga

Sandiaga Uno dan Maruf Amin

Direktur Komunikasi Politik Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Usman Kansong, mengatakan, Ma’ruf siap berhadapan dengan Sandiaga pada debat ketiga.

Ma’ruf juga siap menghadapi segala serangan dan pertanyaan dari Sandiaga.

“Berdebat normal-normal saja, alami saja. Pak Kiai sudah siap kalau ada serangan pun. Jadi enggak perlu segan,” ujar Usman.

Saat ini, Ma’ruf bersiap dengan mempelajari materi debat ketiga. Usman Kansong mengatakan, Ma’ruf mendapatkan masukan dari asosiasi profesi.

“Pak Kiai sudah brainstorming untuk materi ya, dilakukan oleh satu asosiasi profesi karena temanya kan terkait dengan SDM,” ujar Usman, beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Sandiaga Uno juga meminta masukan dari beberapa tokoh di bidang yang menjadi tema debat ketiga, seperti Prof Dr Sri Edi Swasono dan Prof Dr Meutia Farida Hatta.

“Warning” untuk Sandiaga

Pengamat politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio, mengingatkan, Sandiaga untuk tak menganggap remeh Ma’ruf Amin.

Pengamat politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (17/2/2018).
Referensi pihak ketiga

“Tidak mungkin Sandiaga boleh menganggap remeh Kiai Ma’ruf,” kata Hendri ketika dihubungi, Rabu (28/2/2019).

Hendri menilai, meski banyak catatan dari penampilan Ma’ruf pada debat pertama, menurut dia, mantan anggota parlemen itu belum sepenuhnya menunjukan kapabilitasnya sebagai cawapres karena tidak banyak berbicara.

“Tetapi, itu sudah mampu menunjukkan kapasitas keilmuaan dia dan kapasitas sebagai politisi. Ngomongnya runtut dan to the point,” ujarnya.

Selain itu, Hendri juga mengingatkan bahwa sejatinya Ma’ruf Amin adalah politisi.

Ma’ruf pernah menjadi politisi di DPR dan kader Partai Persatuan Pembangunan. Hendri mengatakan, hal ini yang harus diingat masyarakat.

“Bahwa Kiai Ma’ruf ini adalah seorang politisi tadinya. Pernah jadi anggota DPR, pernah menjadi kader PPP. Jadi bukan hanya ulama,” kata Hendri. 

Pesan Ma’ruf untuk Sandiaga

Sementara itu, beberapa waktu lalu Ma’ruf juga menyampaikan pesan untuk Sandiaga. Ia meminta agar Sandiaga tidak sungkan terhadapnya saat debat ketiga.

Pernyataan ini disampaikan Ma’ruf setelah Sandiaga mengatakan bahwa dirinya tidak mau menyerang Ma’ruf dalam debat. Dia ingin menghormati Ma’ruf sebagai orang yang lebih tua dan sebagai ulama.

“Yang penting, laksanakan dengan santun, sopan. Bukan hanya Pak Sandi ke saya. Saya juga yang tua ke yang muda, harus saling menghormati,” ujar Ma’ruf.

Menurut dia, dalam sebuah forum debat, saling serang adalah hal yang wajar dilakukan.

Dengan catatan, serangan yang dilancarkan berkaitan dengan ide, gagasan, dan program masing-masing kontestan.

“Kan tanya jawab. Debat kan tidak berarti berantem. Tanya jawabnya gimana. Saya ditanya, jawabnya gimana. Itu kan tanya jawab,” ujar Ma’ruf.

Sumber: kompas.com

Editor: Rian

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.