Desa Tunggulsari Tergenang Banjir, Puluhan HektarTambak Meluap Kerugian Ratusan Juta

REMBANG – Sedikitnya ada 90 an rumah dan puluhan hektar tambak ikan bandeng di Desa Tunggulsari, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang ( Jawa Tengah ) Selasa pagi (08 Maret 2022) terendam banjir.

Sungai yang tidak mampu menampung air kiriman dari embung Grawan Kecamatan Sumber, Rembang, sehingga airnya menggenangi lebih dari 100 rumah warga dan puluhan hektar tambak bandeng yang siap panen.

Salah seorang warga Desa Tunggulsari, Suharto mengatakan banjir terjadi sekitar jam 04.00 menjelang subuh, karena menerima kiriman air dari embung Grawan daerah selatan atau wilayah Kecamatan Sumber.

“Kalau hanya air hujan tidak mungkin akan banjir karena drynase cukup bagus, kalau terjadi banjir di sini sendiri, biasanya cepat surut, “ ungkapnya.

Suharto menambahkan untuk ratusan perahu milik nelayan yang ditambatkan di bantaran sungai Tunggulsari, ada yang tenggelam, satu terseret banjir. Sejak Senin malam, begitu menerima informasi adanya banjir di daerah selatan, para nelayan langsung memperkuat tali tambatan perahu.
“Sudah ada kabar sebelumnya, jadi nelayan sudah siap-siap. Namun demikian masih ada satu perahu yang tenggelan ,terseret banjir, “ imbuh Suharto.

Sementara, untuk SD N Tunggulsari yang tergenang air terpaksa memulangkan siswanya lebih cepat. karena banjir mulai masuk sekira pukul 05.00 Selasa pagi.

Sekretaris Desa (Sekdes) DesaTunggulsari Kecamatan Kaliori Rembang, Kusen mengatakan air mulai masuk ke pemukiman warga sekitar jam 04.00 pagi, awalnya air datang dari arah selatan desa, akhirnya air menggenangi seluruh desa, sebelumnya sore hari sudah ada informasi dari pihak kecamatan, bahwa embung Grawan pintu airnya akan dibuka, untuk warga desa Tunggul sari diminta siap-siap sewaktu- waktu banjir, ” senelumnya memang sudah ada kabar dari kecamatan, bahwa embung Grawan akan di buka ,” Jelas Kusen.

Untuk bantuhan yang berdampak banjir tadi siang dari anggota dewan menyalurkan bantuanya berupa beras 1 paket 5 kg, supermi, dan nasi bungkus.

Kepala Desa Tunggulsari Endang Widarsih mengatakan dari 90 rumah yang kebanjiran 40 rumah yang paling parah karena airnya hingga masuk ke rumah belakang dengan ketinggian mecapai 50 centi meter. Desa Tungulsari memang sudah lengganan banjir, setiap tahun pasti banjir, karena disamping posisi desanya itu berdekatan dengan sungai tanahnya rendah. Endang Widarsih menambahkan banjir terjadi hari selasa jam 04.00 menjelang subuh , sebelumnya warga sudah di beritahu, yang mempunyai prahu ditepi sungai supaya di ikat yang kencang ,biar tidak terjadi hanyut, kejadian banjir hari ini menyisakan kerugian yang amat banyak terutama warga yang mempunyai lahan tambak, kebanjiran dan airnya meluap sehingga ikan bandengnya hilang semua, padahal 1 minggu lagi hendak di panen, kurugianya ditaksir mencapai 115 juataan , ” dari 20 haktar tambak milik warga rata – rata bandengnya sudah besar – besar, sebentar lagi mau di unduh,” Sebut Endang. ( insan / trie )

 

Editor: Seno

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.