Membuka Tirai Kebenaran

Dinas Ketahanan Pangan Konsel Gelar Kegiatan Sinkronisasi Kelompok LPM 2019

3 min read
pemantapan pembangunan pangan dan gizi, Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Pemerintah Daerah (Pemda) Konawe Selatan (Konsel)

LintasIndoNews.com | Konawe Selatan — Dalam rangka pemantapan pembangunan pangan dan gizi, Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Pemerintah Daerah (Pemda) Konawe Selatan (Konsel) menggelar sinkronisasi dengan Kelompok Lumbung Pangan Masyarakat (LPM) tahun 2019 di Hotel Srikandi, Kamis (27/6/2019).

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Konsel, Ir. Armansyah, di dampingi Kadis Ketapang, Ir. Agusalim Thayeb dengan peserta berasal dari para pengurus dan pendamping LPM, Kepala BPP dan Kepala Desa se-Konsel.

Kegiatan di buka oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Konsel, Ir. Armansyah, di dampingi Kadis Ketapang, Ir. Agusalim Thayeb dengan peserta berasal dari para pengurus dan pendamping LPM, Kepala BPP dan Kepala Desa se-Konsel.

Dalam sambutannya, Assiten II, Armansyah mengatakan, pemenuhan pangan dan gizi ini selalu menjadi prioritas pembangunan nasional sejalan dengan UU No 18 tahun 2012 tentang pangan, mengamanatkan bahwa pemenuhan pangan sebagai kebutuhan dasar manusia menjadi tanggung jawab negara yang diselenggarakan berdasarkan kedaulatan pangan, kemandirian pangan dan ketahanan pangan. yang selama ini hanya terfokus pada beras semata, padahal banyak alternatif lainnya

Dalam hal ini, Pemda berhak Menentukan kebijakan pangan secara mandiri sesuai potensi sumberdaya lokal. Dan Konsel memiliki semangat dan kepedulian yang tinggi dalam hal pangan, tercermin dalam RPJMD Bupati Konsel 2016-2021, dimana, dari 4 misi pembangunan daerah salah satu isinya adalah meningkatkan ketahanan pangan daerah.

“Dengan cara memaksimalkan kemampuan daerah memproduksi pangan sendiri, serta mewujudkan kondisi terpenuhinya pangan bagi daerah, hingga tingkat perorangan, yang diharapkan Konsel mampu menjadi daerah yang mandiri berdaulat, dengan tujuan akhir yaitu menghasilkan SDM yang berkualitas,”  tambah Armansyah.

Tentunya SDM yang berkualitas sangat diharapkan pada tingkat Penyuluh Pertanian sebagai ujung tombak terdepan dalam mendampingi masyarakat Tani kita, jelasnya, sehingga pengelolaan kelembagaan petani baik tingkat kelompok maupun Gapoktan, utamanya kelompok LPM dapat berperan penting sebagai fungsi sosial dalam penyediaan cadangan pangan masyarakat. Yang diharapkan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat utamanya kesejahteraan bagi anggota kelompok dan masyarakat di sekitar Desa sentra produksi tanaman pangan, melalui kerjasama dan sinergitas.

Untuk itulah kegiatan hari ini dengan mengikutsertakan kepala BPP, Kades, khususnya penerima manfaat dan LPM tahun 2019, dan penyuluh pendamping bisa menjawab peran aktif Disketapang sebagai instansi teknis yang memfasilitasi kegiatan ini, juga peran penyuluh dan LPM sebagai Garda terdepan dalam menghadapi dan menyelesaikan berbagai permasalahan petani. Sebagai pelaku utama dalam meningkatkan ketersediaan pangan masyarakat sehingga dapat bersinergi bahu membahu dalam mewujudkan ketahanan pangan di daerah Konsel.

“Di harapkan pada kegiatan ini, para peserta dapat mengikuti pertemuan  secara aktif, sehingga dapat menghasilkan keputusan-keputusan yang berpihak pada upaya peningkatan ketahanan pangan daerah,” tandas Armansyah.

Sedangkan dalam penjelasannya, Kadis Ketapang, Agusalim menerangkan bahwa tujuan kegiatan untuk meningkatkan kemampuan pengurus, dan anggota LPM dalam pengelolaan lumbung pangan, dengan memfungsikan lumbung pangan sebagai tempat cadangan kebutuhan pangan masyarakat dan kegiatan usaha ekonomi produktif (UEP).

“Kegiatan ini menggandeng seluruh pihak/stakeholder di Konsel, untuk bagaiamana memikirkan ketahanan pangan kedepan, karena suatu daerah tidak dapat bertahan jika sokongan pangannya kurang baik,” ujar Agusalim.

Selain itu, sambungnya, yang perlu kita pikirkan adalah kondisi cuaca yang anomali dan makin pesatnya pertumbuhan penduduk, sedangkan kondisi lahan¬† tetap atau malah beralih fungsi pemanfaatannya, yang tentu sangat berdampak terhadap stabilisasi pasokan dan harga pangan. “Sehingga kita berharap sinergitas antara LPM, penyuluh pendamping dan disketapang dapat mewujudkan organisasi LPM yang mandiri, tertib administrasi, serta tersedianya cadangan pangan di masyarakat serta meningkatnya UEP di bidang pangan,” pungkas Agusalim. (Edi)

Editor: Rian

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.