Membuka Tirai Kebenaran

Dua Penganiaya Sopir Taksi Online Tercyduk Polisi

2 min read
Referensi pihak ketiga

LintasIndoNews.com | Sukoharjo –– Polres Sukoharjo menangkap dua orang pelaku penganiayaan terhadap sopir taksi online. Peristiwa itu sempat membuat korban, Sumarno, harus dirawat di rumah sakit selama beberapa hari.

Pelakunya adalah seorang lelaki asal Serengan, Solo, Loreng Dwi Prasojo (30) dan temannya, seorang perempuan asal Berbah, Sleman, DIY, Zeni Liana Ningsih (25). Zeni bekerja di kawasan Sukoharjo, sedangkan Loreng tidak bekerja.

Dalam penyidikan, Loreng mengaku melakukan aksi nekatnya karena alasan balas dendam. Mereka berdua mengalami tabrak lari oleh taksi konvensional berwarna biru tanpa mengenal ciri lainnya.

“Pada Minggu (3/2) sekitar pukul 21.40 WIB, mereka memesan taksi online dengan harapan mendapatkan taksi yang menyerempetnya. Mereka sampai memesan delapan kali hingga mendapatkan taksi warna biru,” kata Kapolres Sukoharjo, AKBP Iwan Saktiadi saat jumpa pers, belum lama ini
Berangkat dari RS dr Oen Solo Baru, mereka menuju ke tempat tujuan, yakni di belakang Hotel Fave Solo Baru. Di lokasi yang sepi tersebut, Loreng dan Zeni melakukan aksinya.

Awalnya Loreng berusaha menjerat leher Sumarno dengan tali rafia. Kemudian Zeni membantunya dengan menyerang korban menggunakan pisau cutter dan membungkamnya agar tidak berteriak.

“Korban sampai menelungkupkan tangan ke muka dan membunyikan klakson. Pelaku panik dan langsung meninggalkan lokasi,” katanya.

Keduanya membuang barang bukti, yaitu rafia, pisau, lakban, sehelai kain yang diduga kerudung dan baju tidak jauh dari lokasi kejadian. Mereka juga memutuskan tidur di semak-semak pada malam itu hingga keesokan harinya.

“Sementara kondisi korban saat itu sudah lemah di dalam mobil. Dia lalu menghubungi teman-teman sesama sopir taksi dan ditolong ke rumah sakit,” ujarnya. polisi terus melacak pelaku melalui nomor ponsel yang digunakan Zeni memesan taksi online. Sempat nonaktif, nomor tersebut akhirnya diaktifkan kembali hingga dapat diketahui keberadaan mereka.

“Kami menangkap Z di rumahnya, Sleman pada 27 Februari. Kemudian pada 28 Februari kami menangkap L di rumah saudaranya di Gumpang, Kartasura,” kata dia.

Iwan masih akan mendalami apakah motif yang disampaikan tersangka benar-benar fakta. Sebab masih ada kemungkinan lain, yaitu mereka menganiaya korban untuk merampok mobil.

“Masih kita dalami motifnya. Mereka dijerat dengan Pasal 170 KUHP karena melakukan penganiayaan bersama-sama hingga menyebabkan korban terluka parah,” tutupnya. (Seno)

Sumber: detiknews

Editor: Rian

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.