Membuka Tirai Kebenaran

Empat Desa Disasar Ayomi Gizi Buruk Semen Gresik

2 min read

LINTASINDONEWS.com,  REMBANG – Sebanyak 16 anak penderita gizi buruk warga 4 Desa di Kecamatan Gunem, menjadi sasaran program Semen Gresik Ayo Optimalkan Gizi (SG Ayomi).

Program tersebut diinisiasi oleh PT Semen Gresik pabrik Rembang bekerja sama dengan UPT Puskesmas Gunem.
Empat desa yang disasar progam SG Ayomi adalah Desa Kajar, Desa Timbrangan, Desa Pasucen dan Desa Tegaldowo. Ada 16 anak kasus gizi buruk yang dibantu progam hasil kolaborasi dengan UPT Puskesmas Gunem tersebut.

Nutrisionis UPT Puskesmas Gunem Nuruz Zahrotun Nisa mengatakan progam SG Ayomi sangat membantu jajarannya dalam penanganan kasus gizi buruk. Pemenuhan nutrisi anak gizi buruk yang memang berasal dari keluarga kurang mampu itu juga tercukupi seiring progam itu.

Ia mencontohkan balita AZ asal Desa Pasucen. Awal Januari 2020, saat pertama kali ikut progam SG Ayomi, bobot bayi yang kala itu berusia 14 bulan hanya 7 kilogram. Namun setelah hampir enam bulan, bobotnya naik signifikan dan saat ini mencapai 8,3 kilogram.

“Keluarga anak gizi buruk itu juga sangat terbantu sekali, terlebih saat pandemi Covid-19 seperti sekarang. Sebab ekonomi keluarga mereka mayoritas memang tergolong kurang mampu,” kata Nuruz, Rabu (17/6/2020).

Progam SG Ayomi pertama kali digulirkan September 2019. Waktu itu, salah seorang balita yang dibantu SG Ayomi adalah Laila Qurrota Ayuni, buah hati pasangan suami istri Mukijan (45) – Ngamijah (32).

Menurut Nuruz Zahrotun Nisa, progam SG Ayomi ikut mempercepat penurunan angka gizi buruk di wilayah kerjanya. Berdasar hasil pendataan, saat ini masih ada 37 anak dengan gizi buruk yang tersebar di 16 desa se Kecamatan Gunem.

Jika penanganan 16 anak gizi buruk yang tahun ini disasar progam SG Ayomi rampung, maka hampir separo persoalan itu teratasi.

“Semoga tahun 2021 masih ada progam SG Ayomi. Dan kita berharap kegiatannya juga bisa diarahkan untuk desa-desa lain di Kecamatan Gunem yang ada kasus gizi buruk,” harapnya.

Selain pendampingan dan pemberian nutrisi, Semen Gresik juga membantu Rp 5 juta untuk membayar biaya perawatan Laila Qurrota Ayuni selama di rumah sakit. Orang tua Laila termasuk keluarga tidak mampu dan waktu itu belum terdaftar sebagai penerima program BPJS Kesehatan.

Kepala Unit Humas dan Bina Lingkungan PT Semen Gresik Syaichul Amin saat di hubungi wartawan LINTASINDONEWS.com mengatakan progam SG Ayomi sejalan dengan progam pemerintah yang juga serius menangani gizi buruk. Persoalan gizi buruk memang tidak boleh dianggap sepele.
Sebab gizi buruk yang kronis bisa memicu munculnya stunting. Yakni pertumbuhan tubuh balita yang tidak normal untuk usianya. Lazimnya ditandai dengan kerdil, gampang sakit hingga kemampuan kognitif yang tidak optimal.

“Anak-anak gizi buruk harus mendapat penanganan yang optimal. Sebab mereka juga calon generasi penerus bangsa. Makanya Semen Gresik juga komitmen mengawal hal ini,” paparnya.
Tahun 2020 ini, PT Semen Gresik kembali menganggarkan dana puluhan juta untuk progam SG Ayomi. Anggaran itu untuk beragam kegiatan.

“Mulai dari pendampingan pola asuh anak dan pemberian makanan penambah gizi yang terjadwal secara periodik hingga pemberian bantuan untuk balita gizi buruk yang menjalani perawatan di rumah sakit,” pungkasnya. ( Insan )

Editor: seno

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.