Membuka Tirai Kebenaran

Ormas, LSM dan Wartawan Kumpul Bareng di Desa Gilirejobaru, Adakan Halal Bihalal Satukan Visi dan Misi

2 min read
Saat sambutan Ketum AWPI

SRAGEN, Bertempat di kediaman Warsito Pemred beritaistana.id di Rejosari RT 03 Desa Gilirejobaru  Kecamatan Miri Kabupaten Sragen Provinsi Jawa Tengah, Ormas Sapu Jagad, LSM dan Wartawan adakan Hala Bihalal. Minggu (21/6/2020).

Acara ini di gagas Warsito selaku tuan rumah, dengan maksud agar semua Ormas dan lembaga serta wartawan bisa bersatu padu, menyatukan visi dan misi. Setelah lama tak bertemu karena pandemi virus covid-19.

Hadir dalam acara Ketua Umum Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI) Ir. Nadyanto MMfg, Pemred Media Online dan Cetak se-Soloraya, Wartawan se Soloraya, Anggota Ormas Sapu jagad se-Soloraya, dan LSM se-Soloraya, sekitar 50 orang.

Kegiatan ini berlangsung sejak pukul 09.00 WIB hingga Pukul 02.00 WIB, dengan suguhan orkes campursari Tunggal Dewe dengan dua biduan yang cantik dan muda.

Saat sambutan, salah satu perangkat desa Gilirejobaru menyampaikan, rasa terimakasihnya atas kunjungan terwujudnya acara silahturahmi ini di desa Gilirejobaru, dia katakan acara ini harus diapresiasi  dan wajib di dukung, ujarnya.

Sementara sambutan dari Warsito selaku pemred beritaistana.id dan juga Ketua DPC PPWI (Persatuan Pewarta Warga Indonesia) Sragen, menyampaikan rasa terimakasih kepada yang hadir. Dia katakan semua Ormas baik itu organisasi kewartawanan walaupun berbeda, namun tetap bersatu untuk melahirkan sejuta penulis untuk NKRI.

“Mari kita saling menjaga dan bersatu, tidak saling menjatuhkan, namun menyatukan visi dan misi untuk negeri ini, membersihkan koruptor hingga memiskinkannya, ” Ucapnya.

Di kesempatan yang sama, Ketua Umum AWPI Ir. Nadyanto MMfg memberi sambutan, mengapresiasi acara ini. Dia bercerita sejarah UU Pers  No 40 Tahun 1999 agar bisa berjalan dengan ke indenpendennya, agar benar-benar indenpenden.

“Pers harus memiliki kebebasan, tidak ada campur tangan pemerintah, orang asing maupun kapitalis dan jauh dari feodalisme, ” Jelasnya.

Lebih jauh, Nadyanto juga merasa prihatin dengan kondisi seperti ini. Untuk itu dia ingin memberi sertifikasi 1000 Pemred agar bisa mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW).

“Kedepan jangan ada lagi yang feodalistik, mendewakan penguasa dan membuang single mayority agar Indonesia benar-benar terbebas dari korupsi, ” Tukasnya.

Di penghujung acara, tampak suasana cukup meriah dengan hidangan ala kampung serta menu makanan yang cukup menggembirakan para undangan, hingga acara berlangsung lancar dan kondusif. (Red)

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.