Membuka Tirai Kebenaran

Filosofi Semut Hitam Bagi Peradaban Manusia

2 min read
Rian
Pegiat Media Sosial

Semut-semut hitam yang berjalan
Melintasi segala rintangan
Satu semboyan di dalam tujuan
Cari makan lalu pulang

Yok .. Ikut langkah yang terdepan
Yok .. Ikut ke kiri ke kanan

Semut-semut seirama
Semut-semut yang senada

Nyanyikan hymne bersama
Makan ! Makan ! Makan !

Semut hitam 2x
Ooo…
Maju jalan ….

Semut-semut bagai sisa-sisa
Toleransi peradaban dunia
Sementara yang katanya manusia
Makhluk paling bijaksana


Oh .. Halalkan segala cara
Oh .. Menipu soal biasa

Semut-semut menyaksikan
Semut-semut mendengarkan
Teriakan jerit makian
Gila ! Gila ! Gila !

Itulah lirik lagu semut hitam milik band rock Godbless yang boming di tahun 70 -an, sungguh sangat menginspirasi kita dalam kehidupan. Bagaimana caranya kita bertoleransi, gotong royong serta banyak hal yang kita dapatkan dari tingkah laku semut. Semut cenderung berkelompok, bila semut tidak ada dalam kelompoknya itu adalah semut yang tersesat.

Ilustrasi

Semut jika bertemu temannya mereka selalu bersalaman, dan tidak ada semut yang tidak mau bersalaman, tidak ada semut yang sombong seperti manusia, yang katanya mahkluk paling bijaksana.

@ Semut selalu bekerjasama.

Filosofi semut inilah yang coba diterapkan oleh Brigata dan Briganita Curva Nord 1955 Pekanbaru, hingga menginspirasi ke komunitas di Sragen Jawa tengah SAR (Searc And Rescue) RESI (Relawan Semut Ireng Indonesia) 2018 sebagai komunitas di bidang kemanusiaan tanggap bencana . Hal inilah yang mendasari untuk selalu bersama dalam menyelesaikan masalahnya, semua berhak membesarkan komunitas seperti semut yang bersama-sama membuat dan membesarkan sarangnya, selalu memberikan yang terbaik untuk koloninya dan menjadi penyeimbang dalam dunia nyata.

@Semut Saling Peduli.

Seperti semut yang menjadi penyeimbang dalam ekosistem hewan di dunia. Harus bisa menaklukkan masalah sepelik apapun seperti semut yang bisa menaklukkan gajah. Inilah hal yang sangat patut di contoh, Semut selalu gigih dalam berjuang. Biarpun nyawa taruhannya ia rela mati demi perjuangan, seperti contoh ada gula dalam air, semut berani berkorban untuk meraih gula tersebut. Tidak ada semut yang malas, semua bekerja tanpa mengurusi dan mengkritik yang lain, tidak ada cekcok sekalipun, tidak ada sifat hedonistik yang selalu mengeluh. Dan yang pasti selalu mengutamakan pentingnya kebersamaan dan perjuangan seperti perjuangan dan kebersamaan semut, bisa membuat hal yang tak mungkin menjadi Mungkin.

@ Semut Selalu Tak Pantang Menyerah

Itulah sederet kelebihan
mahluk kecil ini dikenal sebagai pekerja keras, binatang ini sangat kuat meskipun berbadan kecil, dan bisa mengalahkan apapun jika dilakukan bersama-sama dengan mengikuti jalur yang telah disediakan. tapi kita bukan semut, kita lebih dari semut dan kita bisa melakukan hal-hal yang lebih besar dari pada semut ini.. semut saja bisa menaklukan tantangan yang mustahil untuk dia hadapi. Untuk itu seyogyanya kita sebagai mahluk yang lebih dari semut harus bisa lebih dari semut ini.(**)

Inspirasi berbagai sumber

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.