Membuka Tirai Kebenaran

Forum Budaya Mataram Pertahankan Kelestarian Budaya Adiluhung

2 min read

LintasIndoNews.com | Solo –– Forum Budaya Mataram sebuah yayasan yang keberadaannya bertujuan untuk melestarikan Kebudayaan yang ada di Nusantara. Yayasan FBM yang diprakarsai oleh para budayawan dan tokoh masyarakat ini, kepengurusanya telah resmi dikukuhkan. Sabtu siang (6/7/19 ) dikantor sekretariat Jl. A. Yani no 15 Surakarta, adapun susunan para pengurus diantaranya H.Mashuri, M.Si. KH. Joko Parwoto, ST. AL Hafidz, Aryo Hidayat Adiseno SH,M.H. DR Agus Utomo MM duduk sebagai penasehat.

Sedang BRM. Kusuma Putra. SH.MH sebagai Ketua dan Agung Hardiyanto,SE.M.Si, sebagai sekretaris. Keberadaanya FBM untuk mewadahi para budayawan dan tokoh masyarakat yang peduli tentang budaya yang ada di bangsa ini, guna menjaga kelestariannya, agar tidak punah tergeser oleh budaya bangsa lain yang cenderung kurang cocok dengan jiwa bangsa indonesia.

Bangsa yang besar dan beraneka ragam adat dan budaya, harus lestari di negeri yang tercinta ini. Utamanya adat tradisi, seni budaya, kearifan lokal, benda cagar budaya dan heritege” Jelas salah satu tokoh budayawan dan sekaligus pendiri yayasan FBM Mashuri.

Dia juga merasa prihatin atas merebaknya budaya asing yang masif melalui internet. jika hal ini tidak ditangkal lewat kepedulian terhadap budaya sendiri, dikhawatirkan generasi yang akan datang akan kehilangan jati diri dan tergusur oleh berbagai pengaruh budaya asing yang masuk kenegeri ini, cenderung kurang cocok dengan jiwa bangsa ini.

Budaya asing yang masuk ke negeri ini hendaklah tidak serta merta diadopsi, akan tetapi, generasi bangsa ini sayogyanya mampu memilih dan memilahnya.

Oleh karenanya generasi bangsa ini harus memiliki filter yang kokoh. untuk itu Keberadaan FBM hendaknya tidak hanya menjadi wadah untuk nguri – nguri budaya lintas Keraton Nusantara, akan tetapi juga ikut berperan aktif menjaga warisan peninggalan cagar budaya di Nusantara. Tegas Mashuri.

Sementara Ketua FBM BRM. Kusuma Putra SH. MH, memaparkan pihaknya akan bersinergi dengan pemerintah memberikan masukan sekaligus fungsi kontrol terhadap pelestarian keaneka ragaman peninggalan budaya di Nusantara.

“Baik seni budaya, situs sejarah ataupun kearifan lokal. Dilibatkannya berbagai unsur kedalam struktur kepengurusan, karena FBM bukanlah organisasi kelompok ataupun politik, tetapi murni yayasan pelestarian budaya yang berjalan pada nilai – nilai keragaman budaya,” jelas Kusuma.

Lanjut dia, Sebagai bangsa besar yang memiliki ribuan pulau, ratusan kerajaan dan jutaan budaya di seluruh Nusantara, tentunnya keragaman akan menjadi suatu kekuatan, jika mampu mempererat rasa kesatuan dan persatuan bangsa, urainya.

Hal inilah yang mendasari berdirinya Forum Budaya Mataram pada tanggal 28 Desember 2018. Mempererat persatuan dan kesatuan didalam visi dan misinya melestarikan keanekaragaman, adat tradisi budaya bangsa. (tim)

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.