Kapolri: SMA Unggulan Kemala Taruna Bhayangkara Sejalan dengan Visi SDM Indonesia Emas 2045

Kapolri: SMA Unggulan Kemala Taruna Bhayangkara Sejalan dengan Visi SDM Indonesia Emas 2045

Loading

📌Liputan|Humas Polri ✍️ Editor|Rian Derasta

JAKARTA — Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., menegaskan bahwa pendirian SMA Unggulan Kemala Taruna Bhayangkara merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mendukung agenda nasional pembangunan sumber daya manusia (SDM), sebagaimana dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam visi Indonesia Emas 2045.

Pernyataan tersebut disampaikan Jenderal Sigit dalam program bertajuk “Tantangan Polri Humanis dan Merakyat di Era Modern” yang ditayangkan Metro TV, Rabu (30/7) malam. Menurutnya, pendidikan unggulan menjadi langkah strategis dalam menyiapkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan jiwa kepemimpinan.

“Pembangunan SDM adalah fondasi menuju Indonesia Emas. Kami ingin mencetak generasi penerus yang siap membangun negeri, dengan intelektualitas tinggi, semangat patriotisme, serta jiwa kepemimpinan yang tangguh,” ujar Kapolri, dikutip dari laman resmi Mediahub Polri, Jumat (1/8).

Sebagai bagian dari upaya tersebut, pada 20 Juli 2025, Kapolri meresmikan dua lembaga pendidikan unggulan: SMA Kemala Taruna Bhayangkara dan Global Darussalam Academy. Kedua sekolah tersebut dirancang untuk menjadi pusat pengembangan generasi muda berdaya saing tinggi, baik di tingkat nasional maupun global.

Hingga saat ini, Polri melalui Yayasan Kemala Bhayangkari telah membina 693 sekolah di seluruh Indonesia. Namun, SMA Kemala Taruna Bhayangkara menjadi tonggak awal sekolah yang secara formal mengusung status sebagai lembaga pendidikan unggulan.

“Kami menyadari pentingnya peran pendidikan dalam membentuk karakter bangsa. Oleh karena itu, kami hadir tidak hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga berkontribusi nyata dalam pembangunan peradaban bangsa,” tambah Jenderal Sigit.

Langkah ini mendapat sambutan positif dari berbagai pihak, terutama di tengah kebutuhan mendesak akan institusi pendidikan yang mampu menghasilkan lulusan dengan kecakapan akademik, karakter kebangsaan, dan wawasan global.