![]()
Klaten – Ribuan warga Desa Pokak, Kecamatan Ceper, Klaten, berbondong-bondong menuju Sendang Sinangka untuk menyaksikan kirab budaya dalam rangka memperingati Hari Jadi Klaten, Rabu (17/8/2025). Suasana meriah itu bukan sekadar pesta hiburan, tetapi juga wujud pelestarian budaya lokal yang semakin memperkokoh kebersamaan warga.
Kepala Desa Pokak, Suciati, menegaskan bahwa kirab budaya memiliki makna lebih dalam.
“Kegiatan ini bukan hanya hiburan semata, tetapi juga upaya melestarikan budaya lokal sekaligus memperkuat ikatan sosial di antara warga,” ujarnya.
Puncak acara berlangsung semarak ketika gunungan hasil bumi diarak menuju Sendang Sinangka, diiringi tabuhan musik tradisional. Gunungan tersebut menjadi simbol rasa syukur masyarakat kepada Sang Pencipta atas keberkahan panen yang subur dan melimpah.
Tak hanya menjadi ruang ekspresi budaya, kirab juga mendongkrak perekonomian lokal. Warga setempat menjajakan aneka jajanan, minuman, hingga kerajinan tangan yang laris diserbu pengunjung. Tak sedikit pula wisatawan dari luar desa yang datang, menambah geliat ekonomi warga.
“Kegiatan yang melibatkan sekolah, petani, aparat desa, hingga seluruh warga ini bisa menjadi media bagi generasi muda untuk belajar sekaligus mengapresiasi kearifan lokal,” kata Suciati menambahkan.
Ia berharap kegiatan kirab budaya Sendang Sinangka dapat ditetapkan sebagai agenda tahunan, sehingga tradisi leluhur tetap hidup dan menjadi identitas desa.
“Semoga tahun-tahun mendatang kirab budaya ini semakin meriah, semakin besar, dan semakin berdampak positif bagi warga Pokak dan Klaten,” tutupnya.
Dengan dukungan pemerintah desa, kirab budaya Sendang Sinangka bukan hanya perayaan seremonial, melainkan sarana menjaga warisan budaya, memperkuat jati diri masyarakat, serta membuktikan bahwa tradisi tidak akan pernah usang selama dijaga dan diwariskan.
Kontributor|Cindy

- MBG Jangan Hanya Mengenyangkan Perut, Tetapi Harus Menghidupkan Ekonomi Rakyat
- Jangan Biarkan Program Irigasi Menjadi Proyek Formalitas, Kepala Desa Jangan Intervensi
- Era Prabowo Menuntut Mutu, Bukan Proyek Asal Jadi Apalagi Jika Ada Oknum Yang Memback Up
- 25 Ribu Jamaah Thoriqoh Shiddiqiyyah Padati Gedung Dewi Sri Purwodadi, KH Muchtar Mu’thi Tekankan Jaga NKRI dan Perdalam Ilmu Agama
- Diduga Lakukan Pemerasan hingga Tahan SHM, ED Sang Rentenir Warga Kwangen Gemolong Resmi Dilaporkan ke Polisi
-
MBG Jangan Hanya Mengenyangkan Perut, Tetapi Harus Menghidupkan Ekonomi Rakyat
OPINI oleh: Sugeng Rianto Pemerhati Kebijakan Publik Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu program strategis nasional yang memiliki tujuan mulia, yaitu meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Namun, keberhasilan sebuah program tidak semata-mata diukur dari jumlah porsi makanan yang dibagikan, melainkan juga dari sejauh mana program tersebut mampu menggerakkan roda ekonomi masyarakat di sekitarnya. Apabila…
-
Jangan Biarkan Program Irigasi Menjadi Proyek Formalitas, Kepala Desa Jangan Intervensi
OPINI oleh: S. Rianto Pemerhati Kebijakan Publik Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Tahun Anggaran 2026 yang ditetapkan melalui Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 1776/KPTS/Mn/2026 sejatinya bukan sekadar proyek pembangunan saluran air. Program ini merupakan instrumen strategis negara untuk memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan produktivitas pertanian, serta memperkuat kelembagaan petani melalui Perkumpulan Petani Pemakai…
-
Era Prabowo Menuntut Mutu, Bukan Proyek Asal Jadi Apalagi Jika Ada Oknum Yang Memback Up
Oleh: Djoni Sugara, Ketua Tim Investigasi LAPAAN RI OPINI, Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berulang kali menegaskan bahwa setiap rupiah uang negara harus kembali kepada rakyat dalam bentuk pembangunan yang berkualitas. Pesan itu sederhana, tetapi memiliki makna mendalam: tidak boleh ada lagi proyek yang dikerjakan sekadar menggugurkan kewajiban administrasi. Karena itu, ketika publik masih menemukan dugaan…






