![]()
-
Penataan PKL Jalan Slamet Riyadi Tuai Sorotan, Pedagang Pertanyakan Konsistensi Penertiban -
Dua Bintang Muda FS17 Football Academy Solo Resmi Berseragam Persija EPA, Langsung Dikontrak Tiga Tahun -
Kepala Desa Tugu Bantah Tudingan Kelola Desa dengan Sistem Manajemen Tunggal, Tegaskan Pemerintahan Berjalan Transparan -
Dana BUMDes Nyaris Rp700 Juta Disorot, Kini Muncul Dugaan Anggaran Ganda Wisata Pasar Bahulak di Karungan -
Proyek Irigasi P3A Desa Tugu Rp195 Juta Disorot, Dugaan Keterlibatan Perangkat Desa Picu Pertanyaan Publik
SRAGEN, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Gading, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen, tengah menjadi sorotan. Pasalnya, pengelolaan dana desa yang disuntikkan ke BUMDes sejak 2021 hingga 2025 mencapai Rp 674 juta justru memicu pertanyaan kritis dari Publik. Konflik ini semakin memanas ketika warga yang resah akibat wabah lalat justru mendapatkan jawaban berbelit dari pihak desa.
Berdasarkan data yang dihimpun, aliran dana dari Desa Gading ke BUMDes tercatat sebagai berikut:
· 2021: Rp 150.000.000
· 2022: Rp 100.000.000
· 2023: Rp 100.000.000
· 2024: Rp 100.000.000
· 2025: Rp 224.104.000 (dialokasikan untuk Ketahanan Pangan/Ketapang Rp 196.604.000 dan listrik sumur Sibel Rp 27.500.000)
Total suntikan modal yang masuk mencapai Rp 674.104.000. Namun, hingga kini, transparansi penggunaan dana tersebut masih menjadi misteri bagi warga.
Klaim BUMDes untuk Simpan Pinjam, Fakta di Lapangan Berbeda
Kepala Desa Gading, Puryanto, berulang kali disebut-sebut selalu mengalihkan pertanyaan kritis. “Semua berjalan lancar,” ujar kades dengan nada meyakinkan saat ditemui di kantornya. Rabu (17/6/2026). Ia bahkan mengklaim BUMDes juga berfungsi sebagai lembaga simpan pinjam untuk masyarakat .
Namun, Ketua BUMDes Gading, Sujiono, yang menjabat sejak 2021, justru memberikan fakta berbeda. Ia mengaku baru menjabat setelah almarhumah istri Kades sebelumnya mengemban amanah sebagai kepala desa.
Ketika diminta bukti transfer dari kas desa ke BUMDes, Sujiono hanya mampu menunjukkan bukti transfer tahun 2024 dan 2025. “Untuk bukti transfer 2021 hingga 2023 nanti saya kirim ke WA ,” ujar Sujiono dengan nada tertahan. Rabu (17/6/2026). Hal ini tentu menjadi pertanyaan besar: ke mana larinya ratusan juta rupiah yang disalurkan pada tahun-tahun sebelumnya?
Polemik Lahan Sewa Kandang Milik Anak Kades
Bukan hanya soal bukti transfer yang belum transparan, polemik juga mencuat terkait lokasi usaha BUMDes yang berada di wilayah pemukiman warga Dukuh Tegalmulyo dan Camplangan. Banyak warga mengeluhkan teror ribuan lalat yang diduga berasal dari kandang ayam potong dan petelur milik BUMDes Gading .
Kades Puryanto dengan tegas membantah bahwa kandang ayam BUMDes menjadi sumber utama lalat. Ia bahkan menyebut ada banyak kandang ayam di Desa Gading. Namun, fakta menarik terungkap:
Kades Puryanto mengakui bahwa tempat usaha BUMDes tersebut adalah lahan sewa milik anaknya. “Soal harga sewa saya tidak tahu, itu urusan anaknya,” ujar Puryanto ketika dikonfirmasi.
Ironisnya, ketika dihadapkan pada pertanyaan tentang aset dan penyusutan, Kades mengaku tidak mengetahui detail aset yang disewa. “Kandang ini milik anak saya, untuk detailnya, yang paham anak saya,” tegasnya, seolah melepas tanggung jawab.
Lalat dari Kandang Lain? Warga Anggap Sia-sia
Menanggapi tudingan sebagai biang lalat, pihak BUMDes berkilah bahwa lalat mungkin berasal dari kandang lain, bukan dari kandang milik BUMDes. Namun, pernyataan ini sontak Publik semakin heran.
Salah satu warga menyatakan Bila lihat dari lokasi kandang petelur hanya berjarak 20 meter dari pemukiman warga, bahwa sebelum kandang BUMDes beroperasi, wabah lalat seperti ini tidak pernah terjadi. “Semenjak kandang ayam petelur itu ada, lalat baru timbul sebanyak ini. Sebelumnya ada kandang ayam potong, tapi lalatnya tidak seperti ini,” keluhnya .
Keterangan Kades yang blak-blakan tentang “Lahan sewa milik anak” dan “tidak tahu aset” justru memperkuat dugaan warga bahwa ada benturan kepentingan dalam pengelolaan BUMDes ini.
“Kami bukan sinisme dengan adanya usaha ayam petelur, Tapi kami anti ketidakjelasan. Uang desa dipakai untuk apa saja? Kok malah dana yang 2021-2023 tidak ada bukti transfer? Ini yang harus dijawab, dan kenyataannya ketua BUMDES baru saja memberi kabar tidak berani mengirim bukti transfer ke saya” tegas Djoni Sugara aktivis pemerhati pembangunan desa, Jumat (19/06/2026).
Menurut Djoni dengan bukti transfer yang tidak lengkap dan pernyataan Kades yang terkesan mengalihkan tanggung jawab, Publik kini menunggu langkah konkret.
“Jika tidak ada transparansi dalam waktu dekat, aksi massa ke Pemerintah Kabupaten Sragen pun telah diambang pintu, ” ucap Djoni dengan nada geram. (Tim)
- Penataan PKL Jalan Slamet Riyadi Tuai Sorotan, Pedagang Pertanyakan Konsistensi Penertiban
- Dua Bintang Muda FS17 Football Academy Solo Resmi Berseragam Persija EPA, Langsung Dikontrak Tiga Tahun
- Kepala Desa Tugu Bantah Tudingan Kelola Desa dengan Sistem Manajemen Tunggal, Tegaskan Pemerintahan Berjalan Transparan
- Dana BUMDes Nyaris Rp700 Juta Disorot, Kini Muncul Dugaan Anggaran Ganda Wisata Pasar Bahulak di Karungan
- Proyek Irigasi P3A Desa Tugu Rp195 Juta Disorot, Dugaan Keterlibatan Perangkat Desa Picu Pertanyaan Publik
-
Penataan PKL Jalan Slamet Riyadi Tuai Sorotan, Pedagang Pertanyakan Konsistensi Penertiban

Surakarta – Penataan dan penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) di sisi utara Jalan Slamet Riyadi, Kota Surakarta, kembali menjadi sorotan. Sejumlah pedagang menilai pelaksanaan penertiban di lapangan belum sepenuhnya berjalan merata sehingga memunculkan anggapan adanya perlakuan yang berbeda terhadap sesama PKL. Di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih, berjualan sebagai PKL menjadi pilihan banyak…
-
Dua Bintang Muda FS17 Football Academy Solo Resmi Berseragam Persija EPA, Langsung Dikontrak Tiga Tahun

JAKARTA – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan FS17 Football Academy (FS17FA) Solo. Dua pemain binaannya, M. Kenzie Alvaro Chamdani dan Fransiscus Bayu Putra Widana, resmi bergabung dengan Persija Elite Pro Academy (EPA) setelah menandatangani kontrak berdurasi tiga tahun pada Selasa (4/8/2026). Keberhasilan kedua pemain muda tersebut menjadi bukti konsistensi FS17FA dalam mencetak talenta sepak bola yang…
-
Kepala Desa Tugu Bantah Tudingan Kelola Desa dengan Sistem Manajemen Tunggal, Tegaskan Pemerintahan Berjalan Transparan

Karanganyar – Kepala Desa Tugu, Kecamatan Jumantono, Kabupaten Karanganyar, Ngadi, memberikan tanggapan atas berbagai sorotan yang berkembang terkait pelaksanaan program bantuan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) di wilayahnya. Menanggapi isu mengenai rangkap jabatan yang melibatkan perangkat desa sebagai Ketua P3A, Ngadi menegaskan bahwa hal tersebut tidak melanggar ketentuan karena telah diatur dalam peraturan yang berlaku…

