![]()
EKONOMI KREATIF
SEMARANG – Komite Ekonomi Kreatif (KomEkraf) Jawa Tengah kembali menggelar perhelatan tahunan Jateng Creative Festival (JCF) dan Jateng Creative Forum (JCFo) 2025. Acara yang memasuki tahun ketiga ini menjadi wadah untuk memonitor sekaligus mengevaluasi perkembangan ekonomi kreatif di Jawa Tengah.

Kegiatan berlangsung dua hari. Hari pertama, Jateng Creative Festival digelar di Awan Costa, kawasan bibir pantai POJ City, pada Sabtu (23/8/2025). Sementara hari kedua, Jateng Creative Forum dilaksanakan di lantai 5 Kantor Disperindag Provinsi Jawa Tengah pada Senin (25/8/2025). Tahun ini, tema yang diusung adalah “Menjadikan Kecamatan Jawa Tengah Berdaya Melalui Ekonomi Kreatif.”
Gubernur Jawa Tengah dalam sambutannya yang dibacakan pejabat Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah menegaskan, peluncuran Program Kecamatan Berdaya melalui Ekonomi Kreatif menjadi tonggak penting.
“Ngopeni artinya merawat, menjaga, dan memberi ruang tumbuh bagi pelaku kreatif. Nglakoni artinya tidak sekadar wacana, tetapi menjalani dan mengembangkan potensi ekonomi kreatif secara nyata. Dengan ngopeni serta nglakoni ini, insyaAllah kecamatan-kecamatan di Jawa Tengah semakin berdaya, inklusif, sejahtera, dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI yang berhalangan hadir, sambutan disampaikan oleh Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif, Cecep Rukendi. Ia menegaskan Jawa Tengah menjadi provinsi kreatif terdepan dengan 14 Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia dan 28 lembaga Komite Ekonomi Kreatif terbanyak di Indonesia.
“Jawa Tengah termasuk flagship provinsi prioritas yang akan terus kami dorong agar ekosistem ekonomi kreatif semakin berkembang,” ujarnya.
Sementara itu, anggota Komisi VII DPR RI Samuel Watimena menghimbau agar KomEkraf daerah di kabupaten/kota terus mencari terobosan baru demi membuka sumber-sumber perekonomian baru.
Komitmen dukungan juga datang dari Ketua Komisi B DPRD Jawa Tengah, Hj. Sri Hartini. Ia menyatakan DPRD siap memperkuat kebijakan pengembangan ekonomi kreatif sesuai amanat Perda Provinsi Jawa Tengah Nomor 5 Tahun 2021.
Ketua KomEkraf Jateng, Akhmad Khaerudin, bersama Wakil Ketua Bambang Supradono, menekankan bahwa tema tahun ini adalah bagian dari upaya menerjemahkan program prioritas Gubernur Jawa Tengah.
“Ekonomi kreatif harus menjadi mesin pendorong lahirnya produk-produk kreatif yang membuka lebih banyak lapangan kerja dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan. Fokus kami adalah generasi Zlenial, santripreneur, kaum difabel, dan pemberdayaan perempuan di setiap kecamatan di Jawa Tengah,” pungkasnya.
Pewarta|Panji


- KDMP dan MBG: Mampukah Koperasi Desa Merah Putih Menghalau Tangan-Tangan Serakah di Rantai Pangan?
- Saya Mendukung MBG, Tetapi Supplier yang Serakah dan Tamak Sedang Mendiskreditkan Ekonomi Lokal
- Rembug Stunting dan Sambut KKN, Desa Nglinggi Perkuat Kolaborasi Wujudkan Generasi Emas dan Desa Berdaya
- Mau Dikonfirmasi Usai Acara Perpisahan, Oknum Kepala Sekolah di Sragen Diduga Intimidasi Aktifis dan Awak Media
- Danramil 24/Klaten Utara Ikut Kukuhkan Desa Bersinar, Perang Melawan Narkoba Dimulai dari Akar Rumput







-
KDMP dan MBG: Mampukah Koperasi Desa Merah Putih Menghalau Tangan-Tangan Serakah di Rantai Pangan? -
Saya Mendukung MBG, Tetapi Supplier yang Serakah dan Tamak Sedang Mendiskreditkan Ekonomi Lokal -
Rembug Stunting dan Sambut KKN, Desa Nglinggi Perkuat Kolaborasi Wujudkan Generasi Emas dan Desa Berdaya -
Mau Dikonfirmasi Usai Acara Perpisahan, Oknum Kepala Sekolah di Sragen Diduga Intimidasi Aktifis dan Awak Media -
Danramil 24/Klaten Utara Ikut Kukuhkan Desa Bersinar, Perang Melawan Narkoba Dimulai dari Akar Rumput




