![]()
MAKAN GRATIS
BOYOLALI – Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Andong, Kabupaten Boyolali, resmi menikmati program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah pusat. Sudah sekitar satu minggu terakhir, para siswa di madrasah tersebut mendapat jatah makan siang secara rutin.
Arif Hanfi, S. Ag., M.Pd
Kepala MTsN 1 Andong, Arif Hanfi, S. Ag., M.Pd menyampaikan bahwa pihak sekolah sangat menyambut baik program ini. Ia menegaskan, jadwal makan siang untuk para siswa sudah tertata rapi.
“Alhamdulillah, sejak program ini berjalan, siswa kami setiap hari jam 11 siang sudah siap untuk makan siang gratis. Program ini sangat membantu, terutama untuk mendukung kesehatan dan semangat belajar anak-anak,” jelas Arif saat ditemui, Senin (26/8/2025).
Lebih lanjut, Arif menegaskan dukungan penuh pihak sekolah terhadap kebijakan pemerintah pusat tersebut. Menurutnya, program makan siang gratis bukan hanya soal makanan, melainkan juga bentuk kepedulian negara terhadap masa depan generasi muda.
“Dengan adanya MBG, siswa jadi lebih bersemangat mengikuti pembelajaran. Kami berharap program ini terus berlanjut dan manfaatnya makin luas dirasakan,” ujarnya.
Sementara itu, para siswa tampak antusias mengikuti jadwal makan siang bersama di sekolah. Mereka berbaris rapi sebelum menerima menu bergizi yang disiapkan, mulai dari nasi, lauk, sayur, hingga buah.
Liputan|Redaksi




- Sosok Eko Purnomo, Kades Humanis yang Buktikan Kepemimpinan Lewat Kinerja dan Ketahanan Pangan Desa
- Opini: SPPG Bukan Milik Tokoh Politik, Melainkan Program Negara yang Harus Dijaga Bersama
- Rp 200 Juta untuk Tiga Lumbung, Diduga Fiktif: LAPAAN RI Soroti Dugaan Penyimpangan Dana Desa
- Jangan Biarkan SPPG Menjadi Alat Kepentingan: Ketika Profesionalisme Kalah oleh Kedekatan
- Irigasi Wukirsawit Disorot, Aktivis: Jangan Sampai Anggaran Besar Berujung Pekerjaan Asal Jadi






-
Sosok Eko Purnomo, Kades Humanis yang Buktikan Kepemimpinan Lewat Kinerja dan Ketahanan Pangan Desa -
Opini: SPPG Bukan Milik Tokoh Politik, Melainkan Program Negara yang Harus Dijaga Bersama -
Rp 200 Juta untuk Tiga Lumbung, Diduga Fiktif: LAPAAN RI Soroti Dugaan Penyimpangan Dana Desa -
Jangan Biarkan SPPG Menjadi Alat Kepentingan: Ketika Profesionalisme Kalah oleh Kedekatan -
Irigasi Wukirsawit Disorot, Aktivis: Jangan Sampai Anggaran Besar Berujung Pekerjaan Asal Jadi
-
Sosok Eko Purnomo, Kades Humanis yang Buktikan Kepemimpinan Lewat Kinerja dan Ketahanan Pangan Desa
SUARA DESA GROBOGAN, LINTASINDO.COM – Di tengah tuntutan masyarakat akan tata kelola pemerintahan desa yang transparan dan akuntabel, sosok Kepala Desa Sugihan, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan, Eko Purnomo, S.Kr, dinilai mampu memberikan teladan melalui kepemimpinan yang sederhana namun berorientasi pada hasil. Dikenal sebagai pemimpin yang santai, kalem, dan dekat dengan masyarakat, Eko Purnomo terus mendorong…
-
Opini: SPPG Bukan Milik Tokoh Politik, Melainkan Program Negara yang Harus Dijaga Bersama
Penulis: Sugeng Rianto (Pemimpi Redaksi Media Lintasindonews) Belakangan muncul kekhawatiran di masyarakat terkait adanya anggapan bahwa operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dapat dihentikan hanya karena keluarnya seseorang yang dianggap sebagai orang kepercayaan pihak tertentu. Jika benar demikian, maka hal tersebut perlu menjadi bahan edukasi publik agar tidak terjadi kesalahpahaman mengenai tata kelola Program Makan…
-
Rp 200 Juta untuk Tiga Lumbung, Diduga Fiktif: LAPAAN RI Soroti Dugaan Penyimpangan Dana Desa
JEJAK KASUS KARANGANYAR — Polemik penggunaan Dana Desa (DD) di Desa Genengan, Kecamatan Jumantono, Kabupaten Karanganyar, kembali mencuat. Kali ini, sorotan tajam tertuju pada proyek pembangunan lumbung pangan tahun anggaran 2022 yang dinilai tidak sesuai dengan perencanaan awal. Berdasarkan dokumen laporan penyaluran Dana Desa Genengan yang diperoleh, Pemerintah Desa Genengan mengalokasikan anggaran sebesar Rp 200.000.000…





