Melihat Lebih Dekat Kampung Percetakan, Satu-satunya di Surakarta

Kampung Percetakan, Satu-satunya di Surakarta Kampung Kenteng.

 

SURAKARTA, Kampung Kenteng RW III Mojo Kota surakarta Provinsi Jawa Tengah, adalah satu-satunya Perkampungan Percetakan yang menjadi pusat industri percetakan di kota Surakarta.

Berjarak sekitar 200 meter dari kantor kelurahan Mojo, di kampung Kenteng pengunjung akan di sambut puluhan rumah penerima jasa cetak undangan pernikahan, kartu nama, piagam, id card , stempel, brosur dan faktur dan lainnya.

Wilayah yang terkenal dengan sebutan kompleks percetakan kampung Kenteng berada di kawasan kelurahan Mojo Pasarkliwon kota surakarta

Sulistiyono, ketua Paguyuban Percetakan di Kampung Kenteng mengatakan, perkampungan percetakan ini pertama kali dari tahun 2002. Berawal dengan bermodalkan 1 juta, itu pun pinjaman dari BRI, yang awalnya mau di gunakan untuk membeli mesin percetakan untuk di edarkan, akan tetapi berubah untuk membuat usaha percetakan.

“Karena di pandang usaha percetakan bisa menjadi usaha rumahan yang menjanjikan, akhirnya yang kami jalankan usaha di bidang jasa percetakan, dengan berjalannya waktu di bentuklah Paguyuban Percetakan di kampung Kenteng yang beranggotakan 32 orang, “jelas Sulistyono.

Lebih lanjut, dia katakan pula untuk sekarang percetakan di kampung Kenteng sudah berjalan dengan baik.

“Bahkan perputaran uang di kampung Kenteng sampai 500 juta per bulannya, “ungkap Sulistiyono.

Sementara Salah satu anggota paguyuban kampung percetakan Kenteng Jatmiko, menceritakan awal mulanya hanya ada sedikit usaha percetakan di wilayah ini. Dengan tenaga hanya sedikit, hingga akhirnya makin bertambah jumlah usaha percetakan sampai puluhan.

Meskipun banyak rumah memiliki usaha yang sama, yakni jumlah percetakan, namun tidak membuat Jatmiko khawatir , karena dia yakin rezeki sudah diatur sama yang maha kuasa. Malah ia berasumsi, dengan bergabungnya para pengusaha jasa percetakan di suatu tempat ini memudahkan pelanggan untuk datang.

“Malah prospek lebih bagus dengan berkumpul ini, contoh dari luar daerah datang kesini. Bahkan dari luar propinsi mereka membawa saudaranya. Bahkan mereka membantu mempromosikan di daerahnya, “jelas Jatmiko.

Masih kata Jatmiko, selama ini dia merasa tidak pernah satupun pengusaha jasa percetakan di kampung Kenteng yang mengeluh karena sepi pelanggan atau mengeluh karena tersaingi, karena harga sudah di sepakati sesuai dengan kesepakatan antar anggota paguyuban.

“Di tengah-tengah merebaknya Covid-19, Alhamdulillah usaha jasa percetakan di Kampung Percetakan Kenteng tidak begitu berpengaruh, terbukti masih banyaknya pesanan cetakan, bahkan pernah menerima orderan masker, APD, dan sebagainya dengan jumlah yang cukup banyak, “tukasnya.

Di waktu yang sama Joko Wiranto sebagai Penasehat Paguyuban berharap, kampung percetakan Kenteng ini bisa di jadikan salah satu aset dan binaan pihak yang tetkait,

“Semoga kampung percetakan ini bisa menjadi usaha jasa percetakan yang lebih baik lagi, dan dapat membuka lapangan pekerjaan untuk masyarakat sekitarnya, “ujar Joko. (Rozie)

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.