Mengembalikan Keceriaan Anak di Masa Pandemi dengan UTABHI

Oleh: Dr. Novia Wahyu Wardhani, M. Pd

 

Dr. Novia Wahyu Wardhani, M.Pd dosen Universitas Negeri Semarang telah mengembangakan permainan Ular Tangga Bhineka Tunggal Ika. Hal ini dilatarbelakangi oleh kekhawatiran pada generasi muda yang semakin lama semakin tidak mengenal Indonesia seperti lagu daerah, pakaian adat, rumah adat, ibukota, bahkan sampai pada makanan tradisional. Permainan ular tangga didesain agar disukai anak dan anak tidak merasa belajar namun didalamnya sebenarnya ada pembelajaran.

Pada masa Pandemi covid 19 ini, permainan ini mulai digunakan untuk mengembalikan masa bermain anak yang selama satu tahun lebih terbelenggu dirumah. Permainan tertunya aman dimainkan oleh anak karena didesain berukuran besar 1m x 1m sehingga jarak aman terpenuhi. Permainan ini pertama kali dimainkan sebagai bahan pengabdian bersama tim pengabdian Universitas Negeri Semarang yang terdiri dari 4 dosen dan 2 mahasiswa di Perumahan Green Village Ngijo, Gunungpati, Semarang.
Permainan ini diikuti oleh 12 orang anak dimana setiap papan dimainkan oleh 3 anak. Pengabdian ini dilakukan pada tanggal 10 Oktober 2021.

Sasaran permainan ular tangga dalam pengabdian ini adalah anak-anak Sekolah Dasar (SD) mulai dari kelas 3 sampai dengan kelas 6. Mengapa anak SD 3 sampai dengan kelas 6? karena pada pembelajaran di Sekolah Dasar, siswa kelas 3 sampai dengan kelas 6 sudah dikenalkan dengan keanekaragaman Indonesia mulai dari baju adat, rumah adat, lagu daerah, tarian daerah, senjata tradisional, dan suku bangsa di Indonesia.

Dengan demikian, sebenarnya permainan ini dapat dijadikan penguat bagi pembelajaran di Sekolah.
Tidak hanya memuat pengetahuan, permainan ini juga memuat nilai-nilai kehidupan seperti kerukunan, toleransi, gotong royong, kerjasama, dan nilai-nilai kebaikan lain yang mendukung penghormatan, penghargaan, dan integrasi bangsa. Seperti contoh di dalam gambar ular dan tangga terdapat nilai sebab akibat kalua tidak membeda-bedakan teman maka naik menjadi banyak teman.

Hal lain yang dimuat dalam permainan ini tentunya adalah hiburan. Permainan ini menghadirkan kebahagiaan, pembelajaran nilai, dan pengetahuan. Faktor menarik sebagai hiburan adalah adanya privillage bagi pemain-pemain tertentu untuk dapat menyertakan orang lain untuk menjawab, mendapatkan bantuan huruf, kata, atau kalimat untuk menjawab, dan kartu bebas jalan tanpa menjawab pertanyaan.

Adapun hukuman bagi yang tidak dapat menjawab yaitu berhenti di tempat atau mundur beberapa langkah. Di dalam pengabdian kali ini pemenang mendapatkan boneka dadu yang didalamnya ada selembar ucapan motivasi untuk tetap bahagia karena pandemi akan segera sirna. Hal ini dilakukan sebagai upaya dan doa agar pandemi covid 19 segera berakhir dan anak-anak tetap dalam keadaan bahagia lepas dari stress akibat pandemi.

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.