Menjelang Bulan Ramadhan Harga Bahan Dapur Mulai Naik Di Pasar Kota Rembang

REMBANG – Sudah bisa di terka setiap menjelang bulan ramadhan sejumlah bahan dapur harganya mulai naik di pasar tradisional rembang, Jawa Tengah.
Seperti harga bawang merah mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Sejumlah pedagang pun mengeluhkan adanya kenaikan harga tersebut yang mengakibatkan penjualan mereka omzetnya menurun. Minyak goreng sampai saat ini masih menjadi primadhona , karena di pasar masih langka.

Salah seorang pedagang di pasar tradisional kota rembang Endang menuturkan , minyak goreng dipasar masih langka, bila ada barangnya terbatas, Endang menambahkan, bila ingin nendapatkan minyak kemasan salah satu merek yang di tawarkan sales beli 1 karton wajib membeli beras 1 paket ( 3 kg ), ” Kenarin ada sales minyak goreng Bimoli menawar 1 karton diwajibkan membeli beras 2,5 kilo gram ” katanya.

Sementara itu Juwari warga desa Ngadem / rembang yang berjualan bumbon di pasar rembang saat di tanya wartawan mengatakan, ada beberapa kebutuhan masak mengalami kenaikan seperti,
bawang merah, kenaikan harga bawang merah hingga Rp 35 ribu per kilogram terjadi sejak 17 Februari 2022 lalu.
“Bawang merah yang sebelumnya harganya Rp 25 ribu per kilogram sekarang naik menjadi Rp 35 ribu per kilogramnya,” terang Juwari , jumat (04/3/2022).

Selain bawang merah, kenaikan harga juga terjadi pada cabai rawit merah dan cabai keriting. Sebelumnya, harga cabai rawit merah Rp 36 ribu per kilogram, namun saat ini menjadi Rp 40 ribu per kilogramnya, sedangkan cabai keriting yang semula harga per kilogramnya Rp. 28 ribu menjadi Rp. 30 ribu per kilogram.
“Kenaikan harga kemungkinan disebabkan karena cuaca buruk saat ini, banyak lahan kebanjiran, ” Jelasnya.
Jadi, hasil panen dari petani menjadi turun, sehingga harga bawang merah dan cabai mengalami kenaikan harga.

Akibat naiknya harga bawang merah dan cabai ini, omzet penjualan kami mengalami penurunan karena pembeli hanya beli sedikit, tidak seperti biasanya.
Sementara itu salah satu pembeli Masriatun menuturkan , kalau kenaikan bawang merah, cabe merah dan bawang putih mereja tidak terlalu mempermasalahkan, karena kebutugan semacam bahan – bahan itu tidak terlalu banyak. Yang di keluhkan nenek cucu 9 ini kebutuhan minyak goreng yang sangat susah carinya, disamping itu harganya mahal, ” Saya tidak mempermasalahkan kenaikan cabe merah, bawang merah, cabe rawit, karena kebutuhanya itu kan tidak terlalu banyak” katanya , sambil nada keras.( insan/ trie )

 

Editor: Seno

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.