Membuka Tirai Kebenaran

Merebaknya Virus Corona, Penjahit Kuwalahan Menerima Order pakaian APD

2 min read

REMBANG, Virus corona atau covid-19 yang kini mewabah di berbagai negara, termasuk Indonesia, membuat ekonomi lesu. Namun, di balik musibah ini ada berkah bagi seorang penjahit Alhusna 25 tahun, warga desa Purworejo Rt.01/Rw.01 Kecamatan Kaliori, Rembang.

Alhusna 25 tahun pasangan suami dari Ercham 28 tahun, merupakan warga dusun Dresen, Desa Purworejo, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang  ,jawa tengah .

Dia mendadak membuat  Alat Pelindung Diri ( apd ) pakaian  medis anti virus corona, lantaran pesanan pakaian sepi.

Alhusna yang sehari-hari menjahit baju pesanan orannng-orang, muncul ide membuat pakaian APD, anti virus ,saat rumah sakit sedang membutuhkan pakaian tersebut.

Setelah itu dia  mendapat  tawaran pesanan membuat Alat Pelindung Diri ( APD ) pakaian anti virus corona dari sebuah rumah sakit di kabupaten Rembang sebanyak 100 biji.

Menurut Alhusna, APD  itu terbuat dari jenis bahan Polypropilane Sponbound. Bahan tersebut diklaim bebas dari bakteri dan tentu, aman dari paparan virus Corona. Mencarinya juga tidak sulit lantaran dijual bebas dan di Kudus banyak ditemukan di toko-toko kain.

“Bahan ini memang sebelumnya kita tunukan coto kepada penabat di rumah sakit, ternyata sudah sesuai dengan standar untuk APD, “ungkapnya.

Ide Alhusna rupanya berbuah manis, begitu dia memproduksi pakaian anti virus, kini  banyak rumah sakit memesan pakaian  buatannya, bahkan dia kewalahan untuk melayani pesanan, hingga melibatkan banyak teman sesama penjahit.

“Saya kewalahan menerima order APD dari rumah sakit, puskesmas, dan intansi pemerintah sejak virus corona merebak di Indonesia. Bahkan, ada perorangan yang rela membeli APD sendiri, “ujar Alhusna.

Pesanan yang sudah jadi di kirin ke Bali, Jogjakarta dan Semarang, mereka yang memesan pakaian berasal dari perorangan dari para medis juga ada. Untuk satu buah pakaian , Alhusna  menjualnya seharga Rp 50 ribu.

Proses pembuatan satu pakaian  tidak terlalu rumit, namun memang butuh kesabaran. Pola sudah di buat dari tokonya  dengan potongan dan ukuran standart.

Meski peluang usaha ini datang di tengah wabah virus corona, dia berharap covid-19 segera mereda. Ia juga mendoakan agar masyarakat Indonesia, khususnya Kabupaten Rembang, terhindar dari bahaya virus asal Wuhan, Tiongkok itu. (Insan)

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.