P3-TGAI Desa Pojok Tawangharjo Disorot, Pasangan Batu Retak hingga Plesteran Diduga Asal Jadi

P3-TGAI Desa Pojok Tawangharjo Disorot, Pasangan Batu Retak hingga Plesteran Diduga Asal Jadi

Loading

JEJAK KASUS

GROBOGAN – Pekerjaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di Desa Pojok, Kecamatan Tawangharjo, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, menjadi sorotan.Program yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026 tersebut sejatinya diarahkan untuk meningkatkan fungsi jaringan irigasi sekaligus mendukung produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani.

BACA JUGA:

Namun, hasil pantauan di lokasi pada Sabtu (5/9/2026) menunjukkan adanya sejumlah bagian pekerjaan yang dinilai perlu mendapat perhatian, terutama dari sisi kualitas konstruksi.

Pada beberapa titik terlihat pasangan batu pada bagian samping saluran belum dilakukan pengurugan tanah. Sejumlah bagian konstruksi juga tampak mengalami retak dan pecah.Tidak hanya itu, plesteran pada bagian dalam saluran irigasi terlihat tidak rata dan ditemukan sejumlah retakan.

Kualitas Dipertanyakan

Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai kualitas serta ketahanan konstruksi apabila saluran nantinya digunakan secara optimal.

Pengurugan tanah di sisi pasangan batu menjadi salah satu bagian penting untuk membantu memperkuat konstruksi. Apabila kondisi tersebut dibiarkan, tekanan tanah maupun aliran air berpotensi memengaruhi kestabilan bangunan saluran.

Terlebih, jaringan irigasi tersebut nantinya diharapkan dapat menunjang kebutuhan petani, khususnya dalam mendukung pola intensifikasi tanaman pangan seperti padi pada Musim Tanam 1 (MT-1) maupun Musim Tanam 2 (MT-2).

Program P3-TGAI sendiri pada prinsipnya tidak hanya berbicara mengenai pembangunan fisik. Program tersebut juga menempatkan pemberdayaan petani sebagai bagian penting untuk meningkatkan fungsi jaringan irigasi dan mendukung ketahanan pangan.

Karena itu, aspek manfaat, tepat guna, tepat sasaran, serta kualitas pekerjaan menjadi hal yang semestinya tidak terlewat dalam pelaksanaan program.

Sosialisasi Polisi

Desa Pojok Dapat Dua Paket

Berdasarkan data yang diperoleh, pada Tahun Anggaran 2026 Desa Pojok, Kecamatan Tawangharjo, memperoleh dua paket P3-TGAI.

Kedua paket tersebut tercantum dalam:- Nomor PKS: HK 0201/B/Bbws7.11.4/2026/PKS-388- Nomor PKS: HK 0201/B/Bbws7.11.4/2026/PKS-389Penentuan lokasi program mengacu pada Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 1776/KPTS/Mn/2026 tentang Penetapan Lokasi Daerah Irigasi dan Kelembagaan Penerima Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI).

Dengan adanya program tersebut, harapannya jaringan irigasi yang dibangun benar-benar memberikan manfaat langsung bagi petani dan mampu mendukung kelancaran pengairan lahan pertanian.

Sosialisasi polisi

Bukan Sekadar Kejar Volume

Pembangunan infrastruktur yang menggunakan uang negara semestinya tidak berhenti pada terselesaikannya pekerjaan secara fisik.

Lebih jauh, kualitas konstruksi harus menjadi perhatian agar bangunan mampu memberikan manfaat dalam jangka panjang.

Jika ditemukan bagian konstruksi yang retak, pecah, plesteran tidak rata maupun pekerjaan yang belum diselesaikan secara sempurna, pihak terkait tentu perlu melakukan evaluasi dan memastikan apakah pekerjaan tersebut telah sesuai dengan spesifikasi teknis serta ketentuan program.

Sorotan terhadap pekerjaan P3-TGAI bukan berarti menafikan manfaat program bagi masyarakat. Justru pengawasan diperlukan agar anggaran negara yang diperuntukkan bagi petani benar-benar menghasilkan infrastruktur yang berkualitas dan dapat digunakan secara berkelanjutan.

Sekdes Sulit Dikonfirmasi

Untuk memenuhi prinsip keberimbangan dalam pemberitaan, Lintasindonews.com berupaya meminta klarifikasi kepada Pemerintah Desa Pojok, khususnya terkait kondisi pekerjaan tersebut.

Reporter Lintasindonews.com menghubungi Sekretaris Desa Pojok, Kecamatan Tawangharjo, melalui sambungan telepon. Namun, hingga berita ini disusun, nomor telepon yang bersangkutan dalam kondisi tidak aktif.

Upaya menemui Sekretaris Desa Pojok di kantor desa pada kurun waktu minggu sebelumnya juga belum membuahkan hasil karena yang bersangkutan tidak berada di kantor desa dan telepon selulernya kembali tidak aktif.

Dengan demikian, hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh penjelasan resmi dari Pemerintah Desa Pojok mengenai penyebab keretakan, kondisi plesteran, pengurugan sisi pasangan batu, maupun standar teknis pekerjaan P3-TGAI tersebut.

Lintasindonews.com membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada Pemerintah Desa Pojok, kelompok penerima P3-TGAI, maupun pihak terkait lainnya untuk memberikan penjelasan secara proporsional. (AL.1 – Grobogan)

BREAKING NEWS

TRANDING

  • P3-TGAI Desa Pojok Tawangharjo Disorot, Pasangan Batu Retak hingga Plesteran Diduga Asal Jadi

    P3-TGAI Desa Pojok Tawangharjo Disorot, Pasangan Batu Retak hingga Plesteran Diduga Asal Jadi

    JEJAK KASUS GROBOGAN – Pekerjaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di Desa Pojok, Kecamatan Tawangharjo, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, menjadi sorotan.Program yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026 tersebut sejatinya diarahkan untuk meningkatkan fungsi jaringan irigasi sekaligus mendukung produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani. BACA JUGA: Namun, hasil pantauan di lokasi pada Sabtu…

  • Dukungan Mengalir untuk Perjuangan Media Berwadah AKJII, Janter Suharti Sampaikan Apresiasi

    Dukungan Mengalir untuk Perjuangan Media Berwadah AKJII, Janter Suharti Sampaikan Apresiasi

    KLATEN, Perjuangan insan pers dalam menjalankan tugas jurnalistik tidak selalu berjalan sendiri. Di tengah berbagai tantangan dunia media, dukungan dari berbagai pihak menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan kegiatan jurnalistik dan hubungan sosial kemasyarakatan. Baca Juga: Hal tersebut disampaikan Janter Suharti, pembina Sapu Jagad sekaligus bagian dari keluarga media yang berwadah di AKJII, saat menyampaikan…

  • Data Rakyat Dipertanyakan, Anggaran Negara Terus Bertambah: Saat Hak Dasar Warga Menanti Kepastian

    Data Rakyat Dipertanyakan, Anggaran Negara Terus Bertambah: Saat Hak Dasar Warga Menanti Kepastian

    OPINI JAKARTA — Tata kelola pemerintahan kembali menjadi sorotan ketika persoalan data kesejahteraan masyarakat belum sepenuhnya terjawab, sementara kebutuhan anggaran untuk pemutakhiran data justru terus meningkat. BACA JUGA: Di tengah berbagai persoalan sosial dan ekonomi yang masih dirasakan masyarakat, muncul pertanyaan mendasar: sejauh mana negara mampu memastikan hak-hak dasar rakyat benar-benar terlindungi dan terpenuhi?Pembukaan UUD…