Para Petani Kecamatan Jumantono Mengeluh, Terkait Mahalnya Biaya Penggarapan Dan Mahalnya Pembelian Pupuk

KARANGANYAR -Petani kesulitan membeli pupuk bersubsidi, akhirnya beli Pupuk Non Subsidi, Sedangkan Pupuk Non subsidi harganya Tiga kali lipat dibanding pupuk bersubsidi.

Tukino Muhadi Sebagai anggota dan pengurus Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat Sekaligus sebagai anggota Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) yang di Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah Melakukan Monitoring dan atau investigasi kepada lingkungan para petani membenarkan bahwa pupuk bersubsidi terjadi langka.

Selain langka pupuk bersubsidi di Kios Pupuk lengkap (KPL) dijual Diatas Harga Eceran Tertinggi (HET) Seperti SP 36 ZA Termasuk Orea dan Ponska.

Tukino muhadi mengatakan bahwa di Kios Pupuk Lengkap (KPL) jatah pupuk bersubsidi tidak sesuai Pengajuan RDKK Yang dimohon dari klompok tani.
Cenderung kebutuhan pupuk para petani tidak mencukupi.

Dengan langkanya pupuk bersubsidi akhirnya para petani menggunakan pupuk Non subsidi. dan biaya para petani terjadi membengkak.
biaya garap dan biaya pemupukan.

Sedangkan Hasil petani tidak bisa menutup biaya operasional.

Tukino muhadi dari anggota LPKSM Mengharap kepada pemerintah supaya betul betul Serius memikirkan nasibnya para petani Dan bila perlu jatah subsidi pupuk kepada petani di berikan uang tunai saja supaya bisa merata bisa dirasakan Oleh petani.
jadi pupuk bersubsidi di hilangkan lalu deberikan uang tunai saja.

Karna selama ini Tukino muhadi menduga ada permainan dari produsen dan distributor termasuk Kios Pupuk Lengkap (KPL)
Maka sekali lagi pemerintah harus serius memikirkan nasibnya para petani.

petani itu berjuang untuk Menghidupi semua elemen namun tidak ada tanda jasa dari pemerintah (Rahmat)

Editor: Seno

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.