![]()
BOYOLALI – Aktivitas jual beli di Pasar Sapi Jeron, Kecamatan Nogosari, Boyolali, kembali menunjukkan geliat positif pasca merebaknya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) beberapa waktu lalu. Kini, pasar yang hanya buka pada hari pasaran Wage itu mulai ramai didatangi pedagang dan pembeli dari berbagai daerah.
Lurah pasar Jeron, Sigit, menyampaikan bahwa kondisi pasar saat ini sudah normal dan tidak ada temuan kasus sapi yang terpapar PMK. Ia menyebut, sekitar 40-an kios atau lapak tercatat aktif digunakan oleh pedagang yang datang dari berbagai wilayah sekitar.
“Kondisinya normatif. Pasar mulai menggeliat meskipun saat ini bulan Suro, di mana biasanya masyarakat tidak menggelar hajatan,” jelas Sigit, saat ditemui pada Sabtu (26/7/2025).
Menurutnya, tingkat kesadaran masyarakat terhadap kondisi kesehatan hewan ternak juga semakin membaik. Pembeli kini dinilai lebih selektif dalam memilih sapi yang layak untuk dipelihara maupun dijual kembali.
“Masyarakat sudah pandai dan paham tentang kondisi sapi, apakah layak dijual atau tidak,” tambahnya.
Pengelolaan parkir pasar sepenuhnya berada di bawah wewenang Dishub. Sementara itu, petugas kesehatan hewan disiagakan di pasar setiap hari kerja untuk mengantisipasi adanya hewan ternak yang mengalami gejala sakit.
Namun pada akhir pekan, yakni Sabtu dan Minggu, layanan kesehatan hewan diliburkan.
Dengan kondisi yang berangsur pulih, diharapkan Pasar Sapi Jeron terus berkembang menjadi pusat perdagangan ternak yang sehat dan aman, sekaligus mendukung perekonomian lokal di wilayah Boyolali dan sekitarnya.
🎯 Hastags
#PasarSapiBoyolali #PasarSapiKalioso #PeternakanBoyolali #SapiPMK
Editor: Rian

