![]()
Oleh: Redaksi LintasIndoNews
OPINI, Fenomena Rojali atau Rombongan Jarang Beli belakangan ini menjadi sorotan publik, terutama dari pelaku usaha ritel hingga UMKM yang mulai mengeluh omzetnya stagnan meski tempat usahanya ramai pengunjung. Di permukaan, keramaian seolah menjadi berkah. Namun di balik itu, para pedagang justru gigit jari karena hanya menjadi lokasi “ngadem dan selfie” tanpa transaksi.
Ini bukan sekadar soal niat beli atau tidak beli. Ini soal etiket sosial dan keberpihakan terhadap keberlangsungan ekonomi rakyat kecil. Pelaku Rojali kerap berdalih bahwa nongkrong di tempat umum bukanlah kesalahan, bahkan merasa berhak karena tidak ada aturan yang melarang. Tapi mari kita kritisi: jika sebuah usaha dibanjiri pengunjung tapi nihil pemasukan, lalu bagaimana pelaku usaha bisa bertahan?
Apakah kita sedang menciptakan budaya konsumen yang apatis dan tak peduli pada ekosistem ekonomi mikro?
Industri ritel seperti Indomaret mungkin belum terlalu terguncang oleh fenomena ini karena mereka sudah punya sistem dan modal besar. Tapi bagaimana dengan warung kopi pinggir jalan, toko kelontong, atau kafe kecil yang menyewa tempat mahal dan menggaji karyawan dari kantong tipis? Mereka hanya punya satu harapan: pengunjung yang datang juga menjadi pembeli.
Rojali adalah cermin dari budaya instan—mengambil manfaat tanpa memberi timbal balik. Kita terlalu sering menormalisasi kehadiran tanpa kontribusi, menjadi penonton tanpa peran, menjadi ramai tapi hampa.
Sudah saatnya masyarakat, khususnya generasi muda, sadar bahwa kehadiran mereka bukan hanya soal eksistensi visual di sosial media. Tapi juga tentang kontribusi nyata pada ekonomi lokal.
Bayangkan jika semua pengunjung hanya datang untuk duduk dan scroll HP. Tak ada transaksi, tak ada putaran uang, tak ada napas bagi pemilik usaha. Maka tunggulah, satu demi satu mereka akan tutup, dan kita kehilangan banyak hal: tempat ngopi langganan, lapangan kerja, hingga geliat ekonomi mikro.
Rojali harus diakhiri. Bukan dengan aturan keras, tapi dengan kesadaran kolektif. Jika kita bisa membeli pulsa, boba, atau langganan streaming, masa iya beli air mineral di warung tempat nongkrong sendiri saja enggan?
🎯 Hastags
#StopRojali #DukungUMKM #BeliBukanCumaSelfie #EkonomiKerakyatan #JanganDatangKalauCumaNongkrong

