Membuka Tirai Kebenaran

PELAKU SPIRITUAL: Hidup Itu Narimo Ing Pandum

2 min read

Oleh:Tibyani Tokoh Spiritual Ormas Sapu Jagad dan AWPI

OPINI, Seperti pepatah Jawa mengatakan jika menerima apa adanya dan di penuhi dengan rasa syukur, niscaya hidup itu pasti akan membawa berkah dan bermanfaat bagi orang lain.

Itulah sepenggal kalimat yang selalu menjadi prinsip hidup, jika ingin meraih kesuksesan harus di lakukan dari bawah, yakni rajin bekerja dan rajin berdo’a “man jadda wa jadda” , pastikan diri kita berjalan diatas kebenaran.

Untuk itu saya di sini ingin menyampaikan, jika kita meniti karier dalam hidup kita seyogyanya tak jauh dari lelaku prihatin, mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Kuasa akan lebih baik. Antara ibadah dan spiritual harus berimbang, dengan begitu kita akan menemukan jati diri kita, dan hidup kita yang sesungguhnya.

Tugas manusia di bumi ini, adalah menjaga alam dan menyembah Kepada Tuhan kita sesuai keyakinan kita masing-masing (pluralisme).

Berbicara tentang kehidupan, mungkin bagi setiap orang pernah merasakan yang namanya kebahagiaan. Tapi satu sisi pernakah kita mengucap syukur kepada Tuhan atas berkat dan karuniahnya yang telah kita terima dan rasakan? manusia memang pelupa, seringkali mengeluh saat dilanda persoalan hidup. Pada hal kita tau segala persoalan yang Tuhan berikan kepada kita, tidak akan pernah melebihi batas kemampuan kita.

Setiap orang yang tidak pernah tau mengucap syukur dalam hidup ini, maka demiakian lah hidup nya pun akan selalu dikelilingi penderitaan yang tiada hentinya, daripada terus mengeluh dan memikirkan hal yang buruk yang mungkin terjadi dalam hidupmu, lebih baik bersyukur akan hal baik yang telah menghiasi hari-harimu.

Untuk itu cara terbaik menjalani yang berkekurangan adalah dengan bersyukur, jangan pernah berharap lebih sebelum berusaha lebih.

Jangan lah tertawa melihat orang jatuh, sebab tidak ada suatu yang jatuh disengaja. Tetapi bersyukurlah kepada Tuhan kita sendiri pun tidak jatuh.

Bersyukurlah apabila kamu tidak tahu sesuatu, karena itu memberimu kesempatan untuk belajar.

Bersyukurlah bila kamu lelah dan letih,karena itu kamu telah membuat suatu perbedaan.

Bersyukurlah atas apa yang kamu dapat setiap saat meskipun itu sedikit, karena tidak semua orang bisa mendapatkan seperti yang kamu dapatkan.

Bersyukurlah atas nafas kehidupan yang Tuhan berikan, kamu masih bisa menimakti kehidupan dunia.

Hidup adalah perjuangan yang harus kita menangkan, tantangan yang harus kita hadapi, Anugerah Tuhan yang harus kita syukuri.

Bukan bahagia yang menjadikan kita bersyukur, tetapi dengan bersyukur akan menjadikan hidup kita bahagia. (***)

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.