Membuka Tirai Kebenaran

Sering Buatkan Nasi Goreng Untuk Prabowo, Megawati: Saya itu sama Pak Prabowo tetap berteman

4 min read
Megawati Soekarnoputri mengaku tetap berteman dengan Prabowo Subianto kendati beda di Pilpres 2019 – Tribunnews.com

Megawati Mengaku Masih Teman Baik Prabowo Subianto, ‘Tapi Kok Anak Buahnya Gitu Ya’

Siapa anak buah Prabowo Subianto yang dimaksud Megawati Soekarnoputri

LintasIndoNews.com – Meski beda pilihan politik di Pilpres 2019, Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri tetap menjalin silaturahmi dengan Calon Presiden Prabowo Subianto.

Hanya saja silaturahmi di level Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto tak ditangkap orang di bawah.

Pertemanan Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto sudah berlangsung sejak lama.

Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri mengaku heran terhadap para pendukung capres nomor urut 02 Prabowo Subianto.

Megawati menyebutkan, keheranan itu karena para pendukung Prabowo dinilai menyerangnya dengan sejumlah isu di media sosial.

Padahal, kata Mega, ia dan Prabowo tetap berteman baik meski berbeda pilihan politik pada Pilpres 2019.

Hal itu disampaikan Megawati dalam acara “Megawati Bercerita”, di Kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI-P, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (7/1/2019).

“Saya kan tetap temenan dengan Prabowo, tapi kok anak buahnya gitu ya? Padahal saya sama bosnya enggak ngapa-ngapain. Makanya aneh saya sama anak buahnya,” kata Megawati.

Hal itu, kata Mega, bisa dilihat saat ia dan Prabowo mengobrol akrab ketika menyaksikan pertandingan pencak silat di Asian Games 2018.

Megawati mengatakan, saat itu ia bahkan harus berganti pakaian terlebih dahulu karena Prabowo juga sudah bersiap menemuinya.

Presiden kelima RI itu menyebutkan, salah seorang yang dekat dengan Prabowo lantas menghampirinya dan menanyakan kapan ia membuat nasi goreng lagi.

Sebab, kata Megawati, Prabowo merindukan nasi goreng bikinannya.

“Nah kalau di antara pemimpin bisa begitu, kenapa anak buahnya bisa begitu? Apa harus begitu? Bapak saya itu secara politik ada perbedaan (dengan keluarga) tapi keluarga bersahabat banget lho,” ujar Mega.

“Sekarang kok kayaknya mau membelah diri. Yang sono, yang sini. Sebetulnya mau jadi apa ya? Sekarang kok pemilu mau dibikin enggak aman, mau dibikin sesuatu. Lho, siapa yang mau dibikin sesuatu ya itu? Kita harusnya betul (jaga persatuan), ini demi bangsa dan negara lho,” lanjut dia.

Nasi Goreng, Prabowo Subianto dan Gusdur

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri berbincang dengan para generasi milenial dalam rangka menyambut HUT ke-46 PDIP yang jatuh pada 10 Januari 2019 nanti.

Tak hanya soal politik dan karier di partai, Megawati juga berbicara keahliannya dalam bidang kuliner khususnya memasak.

“Nasi goreng saya ini top loh,” kata Megawati di depan generasi milenial, di DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (7/1/2019).

Hal tersebut dikatakan Mega saat peserta bernama Arief menanyakan tradisi Megawati saat berada di meja makan hingga obrolan apa saja yang terjadi di sana.

Mega menyebut bahwa ada dua tokoh yang menyukai nasi goreng buatannya. Kedua tokoh itu, dikatakan Megawati, yakni Prabowo Subianto dan Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

Saya itu sama Pak Prabowo tetap berteman, tapi saya heran kok anak buahnya bully saya kok aneh,” kata Megawati.

Megawati yang bertemu Prabowo di gelaran Asian Games 2018 lalu mengatakan saat itu Prabowo sempat bertanya soal nasi goreng.

“Saat itu Pak Prabowo bilang, kapan bu Mega bikin nasi goreng. Gus Dur juga pernah minta nasi goreng saya,” kata Mega.

Gus Gur, dikatakan Mega, mengidolakan nasi goreng buatannya hingga kediamannya dikunjungi Presiden ke-4 RI itu hanya untuk nasi goreng.

“Beliau di depan gerbang rumah saya, nanya nasi goreng, nasi goreng, nasi goreng, begitu,” kata Mega disambut tawa seluruh peserta.

Dari gambaran peristiwa itu, Mega ingin menunjukkan bahwa para tokoh-tokoh bangsa hidup berdampingan tanpa ada gesekan sekali pun.

“Kalau di antara pemimpin kayak gitu, kenapa anak buahnya kok gitu ya?” pungkas Megawati disambut tepuk tangan para peserta.

Megawati Menangis

Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menitikkan air mata ketika menyampaikan cerita soal janjinya kepada sang ayah yang juga proklamator RI, Soekarno.

Hal itu disampaikan Megawati saat bercerita dengan ratusan anak muda dengan tema ‘Bu Mega Bercerita’ dalam rangkaian HUT ke-46 PDIP di Kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (7/1/2019).

Awalnya, Megawati ditanya seorang peserta acara bernama Camelia.

Pertanyaannya soal mimpi dan keinginan Megawati yang belum terwujud.

Menjawab hal itu, Megawati mengatakan bahwa mimpinya banyak.

Ada yang sudah terwujud dan masih banyak yang belum.

Satu hal yang menarik perhatiannya adalah misteri tentang bagaimana Indonesia bisa dijajah 350 tahun.

Sejumlah ahli sejarah diajaknya untuk memikirkan dan menggali jawabannya.

Dari situ, dia bercerita soal bagaimana di saat ini, ada kecenderungan pihak yang mendorong perpecahan bangsa.

Baginya, hal itu terjadi karena orang kerap lupa dengan perjuangan para pahlawan kemerdekaan. Dia sendiri tak ingin anak cucunya melupakan jasa para pahlawan.

“Anak dan cucu saya, kalau saya nyekar, ada makam pahlawan yang anonim. Ndak ada yang memberi bunga ke mereka. Saya suruh anak cucu saya ke sana untuk menyebar bunga. Mereka tanya kenapa? Saya katakan para pahlawan itu telah mengobankan dirinya, tanpa diketahui namanya. Maka siapapun dia, kamu harus beri kehormatan,” kata Megawati.

Cerita itu sepertinya membuat Megawati teringat pada ayahnya.

Untuk diketahui, khususnya di era Orde Baru, terjadi Desoekarnoisasi.

Padahal, Megawati mengatakan, Soekarno adalah sosok luar biasa yang mampu mempersatukan seluruh wilayah dan orang Indonesia yang berbeda-beda.

“Memangnya mudah orang berpidato mempersatukan di tengah penjajahan begitu?” kata Megawati.

“Saya bilang ke bapak saya. Saya janji ke diri saya. Saya janji, one day, you will come back again (satu hari nanti, Soekarno akan hidup kembali, red),” kata Megawati sambil terisak dan air matanya pun keluar.

“Ini tinggal sedikit lagi saja,” tambah Megawati setelah isak tangisnya terhenti sambil jempol dan telunjuknya dirapatkan.

Di acara itu, hadir juga Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, ditemani wasekjennya Eriko Sotarduga, Ahmad Basarah, dan Utut Adianto.(Kompas.com/Tribunnews.com)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Megawati: Saya Tetap Berteman dengan Prabowo, tapi Kok Anak Buahnya Gitu Ya?”,

Sumber: tribunnews.com

Editor: Rian

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.