SMA Negeri 1 Sukoharjo Tetap Pertahankan Sekolah Favorit, Meski Ada Aturan Zonasi

Kasek SMA Negeri 1 Sukoharjo Sri Soewarsih

SUKOHARJO, Sekolah Unggulan, atau lebih sering disebut Sekolah Favorit sempat mencuri perhatian beberapa dekade sebelumnya. Hampir seluruh orangtua berharap anaknya mendapatkan kursi Sekolah Favorit di daerahnya masing-masing. Tak sedikit yang rela mengeluarkan biaya  anaknya mengikuti kursus agar diterima di Sekolah favorit.

Alasannya beragam dan cukup jelas. Gurunya lebih berkompeten, pelajarannya yang lebih baik mutunya, sampai alasan mudah masuk ke Universitas ternama.  Sekolah Favorit mempunyai keunggulan lebih baik disbanding sekolah lainnya. Bisa saja dari segi kualitas maupun pengembangannya yang baik.

Lihat saja dari penerimaan siswanya yang ketat. NEM atau nilai rapor diatas rata-rata maupun berprestasi dibidang yang sekiranya dapat lebih mengharumkan sekolah tersebut. Anak-anak yang diterimapun, digenjot dengan cara yang mungkin sedikit berbeda dengan sekolah pada umumnya. Menempa siswa pintar semakin pintar. Membentuk sumber daya manusia yang semakin berkompeten sejak dini.

Untuk itu SMA Negeri 1 Sukoharjo adalah penyandang Sekolah favorit di Sukoharjo. Bagaimanapun juga dampak dari sistem zonasi juga mempengaruhi dalam input siswa, dan Sekolah inipun tetap berusaha untuk memberikan yang terbaik. Yakni saat ouput siswa tetap memiliki prestasi yang gemilang. Jika melanjutkan ke perguruan tinggi juga bisa masuk di perguruan favorit, begitu kata Sri Soewarsih Kasek SMA Negeri 1 Sukoharjo Kepada lintasindonews.com di ruang kerjanya.

Untuk tetap bertahan menjadi Sekolah favorit SMA Negeri 1 Sukoharjo memiliki Visi ” Terwujudnya sekolah yang unggul di bidang IMTAQ dan IPTEK “

Sementara Untuk Misi yakni:

1. Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara efektif sehingga siswa berkembang secara optimal sesuai dengan potensi yang dimiliki

2. Menumbuh kembangkan semanggat keunggulan secara intensif kepada seluruh warga sekolah

3. Mendorong dan membantu siswa untuk mengenal potensi dirinya sehingga dapat berkembang secara optimal

4. Meningkatkan mutu pendidikan sesuai tuntutan masyarakat dan perkembangan IPTEK

5. Meningkatkan prestasi dalam bidang ektrakulikuler yang senantiasa berakar pada system nilai, adat istiadat, agama dan budaya masyarakat dengan tetap mengikuti perkembangan dunia luar.

6. Meningkatkan penghayatan dan pengalaman terhadap ajaran agama yang dianut dan budaya bangsa menjadi sumber kearifan dalam bertindak. (Red)

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.