SMPN 2 Tawangsari Sukoharjo Menginspirasi Tiada Henti

SMPN 2 Tawangsari Sukoharjo Menginspirasi Tiada Henti

Loading

Alhamdulillah Selamat dan Sukses SMPN 2 Tawangsari Juara 1 (satu), Lomba Produk Ramah Lingkungan dan Sebagai Pengembangan Sekolah ADIWIYATA Kabuparen Sukoharjo 2018

“Sitek-sitek ora popo sing penting mentes” ( sedikit sedikit tidak masalah yang penting besar manfaatnya ), inilah ungkapan yang barangkali cocok dengan budaya literasi di SMPN 2 Tawangsari. Dengan memanfaatkan jeda waktu sebelum KBM pertama dimulai untuk membaca, karena diyakini dengan kegiatan membaca bisa sangat efektif tatkala dilakukan secara ajeg atau continue (kata orang barat).

Sebab di pagi hari otak masih fresh. Ditunjang dengan Taman sekolah yang tertata rapi dan asri ikut menghadirkan suasana yang sejuk dan nyaman untuk membaca dan berdiskusi.

Progress atau kemajuan yang telah dicapai oleh SMPN 2 Tawangsari baik pada bidang sarana dan prasarana maupun pada bidang pembentukan karakter warga sekolah tidak bisa terlepas dari peran leader sekolah Drs.H.Agus Witanto, M,SI. Kerja keras dan kerja cerdas yang ia tampilkan bukan sekedar pencitraan, tetapi memang itulah karakter Agus Witanto sebagai kepala sekolah yang selalu menjadi teladan bagi orang2 di sekitarnya.

 

Halaman depan SMPN 2 Tawangsari Sukoharjo Berseri

Selalu hadir sebelum pukul 06.00 WIB untuk memberi pelayanan peserta didik menyeberang jalan, memberi contoh dalam menjaga dan merawat tanaman, menyapa dan memotivasi peserta didik seakan telah menjadi makanan pokok yang selalu di lakukan selama lebih dari dua tahun, yaitu sejak Agus Witanto ditugaskan sebagai kepala di SMPN 2 Tawangsari.

“Mari memperbanyak pahala dengan menjadi pelopor kebaikan, “ajak Kepala Sekolah bersahaja ini.


Mengapa SMPN 2 Tawangsari Menjadi Sekolah Kunjungan Bagi Sekolah Negeri di  Kabupaten Sukoharjo? Ini Dia Jawabannya

Pertanyaan ini kerap muncul dari masyarakat yang belum mengenal lebih jauh terhadap progress SMPN 2 Tawangsari, khususnya pada rentang waktu 2 tahun terakhir. Mereka merasa heran, tatkala menyaksikan banyak lembaga pendidikan di kabupaten Sukoharjo yang berbondong-bondong untuk melakukan study banding ke sekolah ini.

Tercatat, terakhir ini, sudah ada 15 sekolah yang melakukan study banding ke SMPN 2 Tawangsari. Sekolah-sekolah tersebut adalah SMPN 2 Baki, SMPN 1 Nguter, SMPN 2 Nguter. SMPN 3 Nguter, SMPN 4 Nguter, SMPN 6 Sukoharjo, SMPN 7 Sukoharjo, SMPN 2 Bendosari, SMPN 3 Bendosari, SMPN 2 Kartasura SMPN 2-Grogol, SMP Islam Al Azar 6 Bekasi, SMP Islam al Hadi, SMP IT Ar Risalah , dan SMPN 3 Mojolaban.

Daya tarik dari sekolah ini adalah kemajuan yang sangat signifikan dalam upaya penguatan karakter dan potensi peserta didik. Pada umumnya, Bapak/Ibu Guru yang melakukan study banding memberikan apresiasi dan angkat topi terhadap upaya yang dilakukan oleh SMPN 2 Tawangsari.

Salah satu guru mengatakan kelebihan dari siswa di sekolah ini yakni memiliki karakter yang baik.

“memang beda ya, anak-anak di sini sopan-sopan, dalam KBM juga relatif tertib, ” puji salah satu Guru tersebut.

Karakter yang telah terbentuk di sekolah ini menginspirasi banyak guru untuk melakukan upaya yang sama dalam menguatkan karakter dan potensi peserta didik melalui sistem “best process”.

Upaya penguatan karakter di SMPN 2 Tawangsari dilakukan melalui:

  1. Melibatkan peserta didik dalam kegiatan PKS
  2. Melibatkan peserta didik dalam piket kebersihan kelas dan tempat-tempat khusus.
  3. BTA untuk kelas 7 setiap hari mulai jam 06.45 hingga jam 07.00
  4. Tahfidz mandiri untuk kelas 8 setiap hari mulai jam 06.45 hingga jam 07.00
  5. Literasi di taman untuk kelas 9 mulai jam 06.45 hingga jam 07.00
  6. Membaca doa pembuka pembelajaran dan tahfidz bersama dengan nada murottal “muriqi” secara serentak dari kelas 7,8, dan 9 setiap hari mulai jam 07.00 hingga 07.15 (surat yang dibaca terjadwal)
  7. Menyanyikan lagu wajib setelah tahfidz bersama (lagu terjadwal)
  8. Membaca doa penutup majelis dan menyanyikan lagu daerah setiap selesai pembelajaran pada jam terakhir
  9. Shalat Dhuhur berjama’ah.
  10. Makan siang bersama untuk memupuk rasa empati dan dermawan setiap hari Rabu dan Sabtu.
  11. Bagi peserta didik non muslim ada pembinaan kerohanian dari jam 06.45 hingga 07.15 di ruang khusus di dampingi oleh guru Agamanya.
  12. Pembiasaan 3S (senyum, salam, sapa) bagi peserta didik. Peserta didik dibiasakan untuk mengucapkan “assalamu’alaikum” kepada setiap orang yang ditemuinya. Kecuali bagi non muslim menyesuaikan.
  13. Menyelenggarakan jumat rohani dengan kegiatan pengajian rutin satu bulan sekali.
  14. Kegiatan Pramuka dilakukan setiap hari Sabtu.

Upaya penguatan potensi akademik dan non akademik antara lain:

  1. Menyelenggarakan kegiatan fullday school tiap hari Rabu dan Sabtu. Fullday School hari Rabu dimanfaatkan untuk menyelenggarakan 15 jenis kegiatan ekstra kurikuler, meliputi: karate, taekwondo, pencak silat, atletik, futsal, tari, campur sari, dangdut, band, seni vokal, TIK, kaligrafi, rebana, teater, dan tilawah.
  2. Memberikan bimbingan khusus bagi peserta didik yang memiliki kelebihan dalam hal prestasi akademik.
  3. Sekolah membudayakan pemberian apresiasi kepada siapa saja yang mampu meraih prestasi baik dalam hal akademik maupun non akademik.

Melalui strategi best process ini, terbukti hanya dalam kurun waktu 2 tahun, SMPN 2 Tawangsari mampu menorehkan banyak prestasi. juara 1 sekolah sehat kab sukoharjo 2017, Juara 3 sekolah sehat karisidenan Surakarta, juara 1 menulis Esai dan juara 3 olimpiade sain nasional ( OSN) matapelajaran IPS kab Sukoharjo 2018 juara 1 lomba pengembangan produk ramah lingkungan dan sebagai sekolah ADI WIYATA kab. Sukoharjo 2018 juga prestasi olah raga dan seni ..selama 2 tahun telah terkumpul 32 kejuaraan ( data di buku gerakan satu tahun revolusi mental )

Mari saling menginspirasi dalam kebaikan.

Sukoharjo, 14 November 2018
Penulis : M. Rosyid Ridho, MPd.

Kontributor: Seno

Editor: Rian