Membuka Tirai Kebenaran

Tak hiraukan Maklumat Kapolri Virus Covid-19, Warga Desa Gemantar Mondokan Nekad Gelar Hajatan Berujung Rusuh, Dua Pemuda Jadi Korban

2 min read

Dua pemuda yang jadi korban

LINTASINDONEWS.com, SRAGEN, Di tengah masyarakat Indonesia yang sedang gencar-gencarnya berperang dengan virus covid- 19, dengan berbagai kebijakan yang di keluarkan oleh Pemerintah. Yakni pelarangan untuk berkumpulnya masyarakat dengan alasan apapun, juga pihak kepolisian tidak menerbitkan ijin keramaian.

Hal ini Sungguh berbeda dan tak berlaku bagi salah satu rumah warga di Dukuh Kenteng, Desa Gemantar, Kecamaran mondokan, Kabupaten Sragen. Nekad menggelar acara hajatan pernikahan dengan hiburan campursari dari OM jawara. Senin, 23/3/2020.

Guna memeriahkan acara turut mengundang beberapa pemuda untuk hadir ikut menikmati hiburan tersebut, diantara dua warga Gemantar yakni Ribut setiawan prayogo (26) asal Dukuh Cranggang, Nanda febriyanto (19) asal Dukuh Kukunrejo.

Mereka berdua maksud hati ingin mencari hiburan, tapi apa daya baru ikut menikmati alunan musik dengan berjoget 15 menit, langsung mendapat lemparan botol kaca bekas wadah minuman keras dari orang tanpa tahu sebabnya apa.

Akibat perbuatan orang tak kenal tersebut, dua pemuda ini mengalami luka robek dan lebam di wajah mereka. Kemudian mendapat pertolongan pertama dari puskesmas setempat. Selanjutnya mereka berdua melaporkan penganiayaan yang di alaminya ke Polsek Mondokan.

Saat di konfirmasi Kapolres Sragen AKBP Raphael sandhy melalui Kapolsek Mondokan AKP Sudiro SH membenarkan kejadian tersebut, dan pihak Polsek Mondokan akan menindak tegas.

Setiap Masyarakat yang melakukan tindak kriminal, Perkara tersebut langsung di tangani oleh petugas Penyidik Reskrim Polsek Mondokan.

Saat ini dari aparat kepolisian sudah mengantongi identitas terduga pelaku penganiayaan. Hingga berita ini diunggah, Ribut SP masih dalam perawatan intensif di klinik umum Pratama wahyu agra medika di mondokan. (Dwi)

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.