Membuka Tirai Kebenaran

Terkait di Larangnya Prabowo Sholat Jum’at di Masjid, BPN Bilang Begini!

3 min read

LintasIndoNews.com, Jakarta -Ketua Takmir Masjid Agung Semarang KH Hanief Ismail sempat melarang capres Prabowo Subianto tidak mencampuradukkan kegiatan politik dengan salat Jumat di Masjid Agung Semarang. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga pun menegaskan tidak akan ada kegiatan perpolitikan di kegiatan salat Jumat hari ini.

“Saya nggak ingin berprasangka buruk. Ini soal miskomunikasi. Kami nggak ingin perkeruh suasana, karena besok insyaallah Pak Prabowo tetap akan di sana salat Jumat, lalu pihak takmir masjid juga sudah menjelaskan, mereka nggak larang Pak Prabowo, lalu sudah tegas akan menerima Pak Prabowo,” ujar jubir BPN, Andre Rosiade, saat dihubungi, Kamis (14/2/2019).

Andre bahkan menyinggung Presiden Joko Widodo. Menurutnya, Jokowi-lah yang sering memasukkan unsur politis di setiap salat Jumat. Dia juga mengatakan, setiap Jokowi salat, selalu ada saf yang sengaja dikosongkan untuk area fotografer memotret kegiatannya beribadah. Baginya, Prabowo bukan tipike orang yang seperti itu.

“Sekali lagi, besok agenda Pak Prabowo itu agenda pribadi, hanya datang untuk salat Jumat tanpa memberikan kata sambutan, baik sebelum maupun sesudah salat Jumat. Kedua, Pak Prabowo juga nggak akan meminta tempat duduk khusus dan Pak Prabwoo juga nggak minta saf dimundurkan agar kamerawan bisa mengambil foto Pak Prabowo, ” Jelasnya

” Kan kalau Pak Jokowi safnya minta dimundurkan tuh, kami tidak melakukan hal itu. Jadi nggak ada prasangka itu dan kami berhusnuzan saja, karena insyaallah masalahnya sudah selesai,” ucapnya.

Sebelumnya, beredar kabar bahwa KH Hanief Ismail berkeberatan adanya rencana Prabowo Subianto melaksanakan salat Jumat di Masjid Agung Semarang, Jumat (15/2) ini. Alasannya, salat Jumat yang akan diadakan oleh Prabowo itu dinilai mempolitisasi ibadah dan memakai masjid untuk kepentingan politik.

Politisasi itu dapat dilihat dari upaya mengerahkan massa dan menyebar pamflet kepada masyarakat agar ikut salat Jumat bersama Prabowo Subianto di masjid tersebut. Namun informasi mengenai larangan itu dibantah KH Hanief.

Dia menegaskan pihaknya memang berkeberatan atas penyebaran pamflet untuk ajakan salat Jumat bersama capres tersebut.

“Kami hanya merasa keberatan adanya pamflet ajakan salat Jumat bersama Prabowo di Masjid Kauman. Artinya, keberatan kami salat dijadikan ajang kampanye atau dipolitisasi,” tegas KH Hanief.

Sumber: detik.news

Share:

73 komentar

Berita TerkaitHadiri Forum di AS, Mendag Era SBY Bicara Capaian JokowiNusron Wahid: Baru Kali Ini Ada Ajakan Salat Jumat Pakai PamfletTim Jokowi Yakin Menang di Jabar, BPN Prabowo: Kami Akan Lebih Total LagiMUI Soal Pamflet Jumatan Prabowo di Semarang: Kurang Pada TempatnyaBagaimana Kekuatan Tim Prabowo Tanpa SBY?Istana Bantah Fahri soal ‘Penguasa’ di Penolakan Prabowo Salat JumatBuntut Panjang Surat Kebohongan Tuduh ‘Sandiwara Subkhan’Heboh Pengumuman Salat Jumat Prabowo Dianggap Politis

Baca JugadetikFinanceKata Prabowo Harga Beras dan Daging RI Tertinggi di Dunia, Benarkah?Apartemen di CitraRaya Harga 219JT Dari Ciputra dan Mitsui FudosanPromoted

detikInetBos Bukalapak Ramai Dikritik di Medsos, Yang Bela pun AdadetikFinanceKementerian PANRB Respons Tudingan Anggaran Negara Bocor 25%detikFinancePrabowo: Ada Menteri Meninabobokan Negara, Tidak Ada Uang UtangdetikFinance5 Tuduhan Prabowo ke Pemerintah yang Datanya MelesetdetikFinancePrabowo Sebut Harga Beras dan Daging RI Tertinggi di Dunia, Ini DatanyaFoto: Prabowo dan Suku Baduy Dalam

News FeedAlex Noerdin hingga Roy Suryo Jenguk Bu Ani di SingapuraJumat 15 Februari 2019, 10:05 WIBHadiri Forum di AS, Mendag Era SBY Bicara Capaian JokowiJumat 15 Februari 2019, 10:01 WIBDapatkan Diskon & Lucky Angpao Senilai Total Rp 888 Juta!Promoted

Arak-arakan Khofifah-Emil, Mulai Masjid Al-Akbar Hingga GrahadiJumat 15 Februari 2019, 09:58 WIBBom Kashmir Tewaskan 40 Polisi, India Salahkan Milisi di PakistanJumat 15 Februari 2019, 09:57 WIBPasang Iklan Jual Mobil & Motor Kesayangan Di DetikcomPromoted

Jejak Panjang Rp 600 M untuk Citarum yang Dikejar Ridwan KamilJumat 15 Februari 2019, 09:48 WIBBy retailAds detikcom

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.comKe Atas · Berita Lainnya · SearchNavigasi detiknewsHomeBeritaDaerahJawa TimurInternasionalKolomBlak blakanFokusHoax Or NotFotoMost PopularPro KontraSuara PembacaInfografisVideodetikPemiluIndeks
Lihat Versi Desktop


Redaksi · Pedoman · Info Iklan · Privacy Policy


Copyright @ 2019 detikcom
All right reserved

Back To Top
SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.