Membuka Tirai Kebenaran

Warga Desa Kadipaten Sadranan Hari Ini, Tumpah Ruah Penuhi Aula Makam

1 min read
Suasana di aula makan Desa kadipaten

Warga Desa Kadipaten Sadranan Hari Ini, Tumpah Ruah Penuhi Aula Makam

LintasIndoNews.com | Boyolali — Nyadran adalah tradisi pembersihan makam oleh masyarakat Jawa, umumnya di pedesaan. Dalam bahasa Jawa, Nyadran berasal dari kata sadran yang artiya ruwah syakban. Nyadran adalah suatu rangkaian budaya yang berupa pembersihan makam leluhur, tabur bunga, dan puncaknya berupa kenduri selamatan di makam leluhur.

Untuk itu banyak kerabat atau keluarga yang jauh merantau menjadi pulang kampung, guna ikut merefleksikan budaya nyadran dan bertemu keluarga melepas rasa rindu. Seperti halnya warga Desa Kadipaten Kecamatan Andong Kabupaten Boyolali Provinsi Jawa Tengah, tumpah ruah masyarakat desa Kadipaten dan sekitarnya hingga capai sekitar 500 orang.

Hadir Pamong desa beserta para Tamu undangan dari luar daerah, mengikuti acara demi acara dengan khusuk oleh lantunan bacaan Al-Qur’an dari warga sekitar. Setelah itu di lanjutkan dengan siraman rohani dari seorang kyai.

Warga tampak sangat menikmati refleksi budaya nyadran ini, dengan menikmati hidangan yang di bawa warga secara gotong – royong. (Tim)

Editor: Rian

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.