![]()
SLEMAN, Komunitas GIBRANHOLIC berkolaborasi dengan Sanggar Teater SMP Negeri 10 Surakarta asuhan Angga RR menggelar Workshop Nasional bertajuk “Peran Seni Teater dalam Pelestarian Budaya Lokal”. Kegiatan tersebut berlangsung di rumah budaya Omah BangsaN, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Sabtu (11/10/2025).
Workshop ini menghadirkan sejumlah tokoh inspiratif dari kalangan seniman, kreator, hingga jurnalis senior. Turut hadir dalam kegiatan ini antara lain pengurus DPP GIBRANHOLIC Suparman, Prof. Frans Making, dan Herky Mahendra.
Sekretaris Jenderal GIBRANHOLIC, Rahmad Jati Priono, menjelaskan bahwa kegiatan ini digelar untuk memberi ruang bagi generasi muda agar lebih aktif dalam mengembangkan dan melestarikan seni budaya lokal di tengah derasnya arus globalisasi.
“Seni merupakan warisan budaya yang harus terus dijaga agar tidak tergerus oleh globalisasi. Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin mendorong anak muda agar menjadikan seni sebagai identitas dan kekuatan bangsa di era modern,” ujar Rahmad.
Tiga narasumber utama dihadirkan dalam kegiatan ini, masing-masing Angga RR (pengasuh Sanggar Teater SMPN 10 Surakarta), Wahyu (penyiar radio), dan Herky Mahendra (jurnalis). Mereka memberikan materi seputar seni peran, dunia film, broadcast, serta teknik reportase jurnalistik.
Kegiatan dimulai dengan sambutan Ketua Pelaksana Suparman, dilanjutkan dengan pemaparan materi, sesi diskusi interaktif, serta praktik langsung bermain peran dan tabuh bersama narasumber. Sesi praktik menjadi bagian paling menarik, karena para peserta—yang mayoritas berasal dari kalangan milenial—dapat menerapkan langsung ilmu yang diperoleh.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang acara berlangsung. Mereka tidak hanya menyimak, tetapi juga aktif berdiskusi dan mencoba memainkan adegan teater sederhana.
“Event ini menjadi wadah positif untuk menggali potensi sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap warisan budaya Indonesia. Kami berharap kegiatan semacam ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak pelajar serta komunitas seni di berbagai daerah,” tambah Rahmad, yang juga merupakan pendiri GIBRANHOLIC.
(Cindy/Redslo)

