![]()

Lintasindonews.com, Sragen, — Desa Mojorejo Kecamatan Karangmalang Kabupaten Sragen Provonsi Jawa tengah, termasuk Desa Desmigratif di Kabupaten Sragen. Sebagian besar penduduknya bekerja di luar negeri, desa ini memahami sistem penempatan dan perlindungan tenaga kerja baik di dalam maupun di luar negeri.

Konsep ini, sesuai harapan pemerintah, desa diharapkan lebih berperan aktif dalam peningkatan pelayanan penempatan dan perlindungan calon TKI/TKW. Peluncuran Program Desmigratif mengusung tema Membangun dan Melindungi Tenaga Kerja Indonesia dari Desa. Program Desmigratif juga dapat menjadi suatu wadah untuk berdiskusi dan saling memberikan gagasan kepada para pemangku kepentingan.
Untuk itu Agus Wiyono selaku Kades Mojorejo yang juga siap mantan TKI ini, selalu mendukung Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berasal dari Program Desmigratif.
Sebagai kegiatan di bidang pemberdayaan desa mojorejo memberi kesempatan para anggota TKI maupun Eks TKI, yakni memberi fasilitas di desa mendirikan Rumah Edukatif Bina Keluarga, bekerja sama dengan BRI mengadakan pelatihan inovasi baru, berupa limbah menjadi barang berharga, ternak jangkrik, kelinci, lele serta membuat kripik, roti, kerajinan, dan online (IT).
Saat ini ada dua relawan dalam mengelola Rumah Edukatif ini, yakni Nanik Sukoco TKI Malaysia, dan Andi Novianto TKI jepang. Bidang yang geluti untuk Rumah Edukatif ini selain kerajinan dan keahlian ada lagi bidang olahraga sepak bola SSB Rajawali, pendidikan bahasa inggris dan pendidikan anak-anak.
Selain itu Rumah Edukatif memiliki empat pilar yakni layanan migrasi, usaha produktif, komunikasi parenting dan koperasi. Rumah Edukatif ini untuk TKI maupun non TKI dengan komitmen sinergi bersama membangun desa mojorejo.
Montributor: Wanto/Rian
Editor: Rian