Membuka Tirai Kebenaran

Jembatan Penghubung Antar Desa Terputus Setelah Diterjang Banjir

2 min read

REMBANG – Hujan lebat disertai angin kencang terjadi di kota Rembang rabu sore (25/11/2020) mengakibatkan jembatan penghubung antara Desa Kedungrejo, dusun Gundi dengan Desa Mondoteko, Kecamatan Rembang kota, terputus.

Hal itu disebabkan kondisi saluranya terlalu kecil. Padahal arus air sangat besar dan kuat, sehingga menggerus jalan di kanan kiri jembatan tersebut, akhirnya memutus jalan . Padahal ruas jalan itu setiap hari ramai lalu lalang masyarakat yang melintas.

Putusnya jalan mengakibatkan aktivitas warga terganggu, karena sama sekali tidak bisa dilewati, meski berjalan kaki sekalipun.

Satimin warga Desa Pedak, Kecamatan Sulang, Rembang mengatakan, setelah hujan lebat disertai angin kencang mengguyur desa, mengakibatkat banjir, saluran tidak mampu menampung air, sehingga mengakibatkan jempatan putus.

Jembatan yang putus memiliki panjang sekitar 8 meter. Akibat puutusnya jembatan ini, aktivitas kedua warga desa menjadi terganggu.  “Ya jelas terganggu mas.Kan tidak bisa dilewati sama sekali.

Warga dk. Gundi dan sekitarnya harus mutar lewat desa Kedungrejo, atau memutar lewat Desa Ngadem sejauh 5 kilometer kalau mau ke kota Rembang ,” ungkap Satimin .

Padahal ruas jalan itu setiap hari ramai lalu lalang masyarakat yang melintas. Putusnya jalan mengakibatkan aktivitas warga terganggu, karena sama sekali tidak bisa dilewati. Ia berharap jembatan yang putus segera di perbaiki sehingga aktifitas warga tidak terganggu .

Sarkawi warga Desa Kedungrejo, dusun Gundi mengutarakan hal yang sama ,jembatan putus sekitar jam 5 sore setelah hujan lebat. Air sangat deras dari arah selatan masuk ke saluran, sedangkan saluran air terlalu sempit, sehingga tidak mampu menampung besarnya air,” Hujannya sangat deras sekali kurang lebih dua jam, sampai lapangan dan sawah tergenang air seperti rawa,” jelasnya.

Dengan putusnya jembatan tersebut warga kedungrejo, dk Gundi bila hendak ke pasar kota Rembang terpaksa harus berputar sejauh 4 sampai 5 kilo meter.
“Iya mas sementara warga yang hendak ke ke kota atau ke pasar harus berputar agak jauh sedikit ,” kata Sarkawi saat di hubungi wartawan LintasIndonews.com. ( Insan )
Editor: Seno

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.