Petani Lokal Cemberut, Amerika Pening! Siapa Untung di Era Prabowo 0 Persen?

Petani Lokal Cemberut, Amerika Pening! Siapa Untung di Era Prabowo 0 Persen?

Loading

Catatan Redaksi

OPINI, Di era kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, satu kebijakan ekonomi yang memicu gelombang efek domino besar adalah pembebasan bea masuk 0 persen untuk barang-barang dari Amerika Serikat. Tujuannya jelas: membuka akses lebih luas bagi rakyat Indonesia terhadap barang berkualitas, murah, dan berteknologi tinggi. Namun seperti dua sisi mata uang, dampaknya tidak sepenuhnya manis bagi semua pihak.

UMKM tersenyum lebar. Produk bahan baku murah membuat biaya produksi menurun drastis. Anak muda mendadak menjadi lebih kreatif dengan banjir teknologi dari negeri Paman Sam—laptop canggih, gadget kekinian, hingga mobil Tesla yang dulu hanya bisa dilihat di YouTube kini berseliweran di kota-kota besar.

Tapi di balik kemajuan itu, wajah petani lokal tampak muram. Kedelai, gandum, jagung—tiga komoditas utama yang dulu jadi tumpuan petani kini dipenuhi oleh barang impor yang harganya tak bisa ditandingi. Petani merasa disisihkan di tanah sendiri. Mereka bekerja dari subuh, namun hasil panen kalah saing di pasar domestik. Impor murah menenggelamkan semangat agraris bangsa.

Lucunya, situasi justru terbalik di Amerika. Sementara rakyat Indonesia menikmati harga murah dan kemudahan akses, rakyat Amerika kini harus membayar mahal untuk produk impor dari Indonesia yang dikenai pajak hingga 19 persen. Produk UMKM, makanan khas, bahkan furnitur dari Jepara jadi barang mewah di sana. Ketimpangan ini menimbulkan keresahan sosial di pihak mereka.

Siapa yang untung dalam situasi ini?

Rakyat banyak mungkin merasa diuntungkan. Barang murah, akses mudah, ekonomi bergeliat. Tapi jika petani, pilar ketahanan pangan nasional, terus dirugikan, maka yang kita bangun bukan kemandirian, melainkan ketergantungan. Kita berpesta hari ini, tapi bisa kelaparan esok hari saat pasokan impor terputus.

Kebijakan bebas bea masuk dari Amerika memang terlihat visioner dan populis. Tapi pemerintah harus hati-hati, jangan sampai demi menguntungkan banyak orang hari ini, kita sedang menggali lubang krisis pangan di masa depan.

Petani tak butuh subsidi semata. Mereka butuh perlindungan pasar yang adil.

 

🎯 Hashtag

#PetaniModern #KebijakanEkonomi #EraPrabowo #ImporBebas #NasibPetani #UMKMNaikKelas #TeslaBersliweran #PetaniCemberut #AmerikaPusing #EkonomiDigital