Prabowo dan Semangat Abu Bakar ash-Shiddiq dalam Kepemimpinan

Prabowo dan Semangat Abu Bakar ash-Shiddiq dalam Kepemimpinan

Loading

👁️Opini|Redaksi

✍️ Editor|Rian Derasta

Pernyataan Wakil Presiden Ma’ruf Amin dalam Milad ke-50 MUI patut menjadi bahan renungan, sekaligus jendela bagi publik untuk melihat sisi lain dari Presiden Prabowo Subianto. Dalam pidatonya, Ma’ruf menyamakan gaya kepemimpinan Prabowo dengan sosok agung Abu Bakar ash-Shiddiq, khalifah pertama dalam sejarah Islam, yang dikenal dengan kerendahan hati dan keteguhannya dalam memimpin umat.

“Saya bukan yang terbaik dari kalian, tetapi saya diberi amanah. Jika saya benar, dukung saya. Jika salah, luruskan saya.” Kalimat yang dinisbatkan kepada Abu Bakar ini kini menjadi cermin nilai-nilai yang dipegang Prabowo. Sebuah pendekatan kepemimpinan yang langka di era modern—terbuka terhadap kritik, rendah hati, namun tetap tegas menjalankan amanah.

Sebagai Presiden ke-8 RI, Prabowo mewarisi berbagai tantangan kompleks. Namun sikapnya yang mengedepankan kolaborasi dan menerima masukan, sebagaimana ditunjukkan dalam berbagai pernyataan publiknya, justru menunjukkan kedewasaan politik dan karakter pemimpin negarawan.

Ma’ruf Amin, sebagai sosok ulama sekaligus negarawan senior, tentu tak sembarangan dalam menyampaikan analogi tersebut. Ini bukan pujian kosong, melainkan pengakuan terhadap jiwa kepemimpinan yang siap mengayomi semua golongan.

Lebih dari sekadar simbolis, pernyataan Ma’ruf membuka ruang bagi masyarakat untuk mendukung pemerintahan secara kritis dan konstruktif. MUI sebagai mitra strategis pemerintah diminta tidak hanya mendoakan, namun juga mengawal arah kebijakan negara agar tetap berpijak pada nilai-nilai kebaikan dan keadilan.

Dengan semangat Abu Bakar ash-Shiddiq yang dicontohkan Prabowo, bangsa Indonesia memiliki harapan akan kepemimpinan yang berpihak pada rakyat dan terbuka terhadap koreksi. Saatnya masyarakat bersatu mendukung dengan cara yang bermartabat: mengapresiasi langkah benar, dan memberikan masukan saat ada yang keliru. Inilah esensi demokrasi sehat yang dibutuhkan negeri ini.