Ruwatan Massal di Kartosuro: Lepas dari Sengkala, Selaras dengan Irama Jagat

Ruwatan Massal di Kartosuro: Lepas dari Sengkala, Selaras dengan Irama Jagat

Loading

SUKOHARJO – Petilasan Benteng Keraton Kartosuro kembali menjadi pusat perhatian. Paguyuban Malika Sura menggelar ruwatan massal yang diikuti sekitar 40 peserta dari berbagai daerah pada Sabtu dini hari, 27 September 2025. Prosesi budaya yang dimulai pukul 01.30 WIB di Bangsal Kuning itu mengusung tema “Ruwatan Nagari Bumi Agung Kartosuro Popo Sakalir.”

Ruwatan diyakini sebagai jalan untuk melepaskan diri dari sengkala—belenggu yang menghambat kehidupan. “Tradisi ini membersihkan diri dari kesialan sekaligus memulihkan keselamatan,” ujar dalang Ajeng Mas Kenya Wursito dalam pementasan wayang yang mengiringi prosesi.

Menurutnya, lakon wayang yang menampilkan Batara Kala menjadi simbol bahwa waktu bisa memangsa manusia yang lalai. “Orang yang waktunya dimakan Batara Kala akan selalu merugi, menunda hal baik, dan akhirnya terjerat masalah,” katanya.

Prosesi ruwatan tidak hanya berupa pementasan wayang, tetapi juga potong rambut, siraman tubuh, hingga pelepasan burung perkutut. Acara dibuka dengan kirab gunungan hasil bumi dan rombongan gadis pembawa kendi berisi air dari tujuh sumber.

Sejumlah tokoh hadir, di antaranya Sofyan SH selaku ketua panitia, Raden Mas Ngabehi Feriansyah Prasetyo, Kanjeng Tumenggung Gatot Ronggo Dipuro, serta para sesepuh paguyuban. Hadir pula perwakilan Forkopimcam Kartosuro dan Kasi Sejarah Kepurbakalaan Disdikbud Sukoharjo, Mia Adiati Al Fitroh, yang konsisten mendukung pelestarian tradisi Jawa. Beberapa abdi dalem dari Keraton Surakarta juga turut menyaksikan jalannya upacara.

“Ke depan, kami berharap Petilasan Keraton Kartosuro bisa lebih terawat dan berkembang menjadi destinasi wisata sejarah unggulan di Sukoharjo,” ungkap Sofyan.

Selama prosesi, dalang cilik Nakmas Nareswara Praba turut melanjutkan pagelaran wayang. Sementara Ajeng Mas Kenya Wursito sendiri memimpin langsung ritual pemotongan rambut peserta ruwatan.

Penulis|Cindy