![]()
Boyolali, Lintasindonews.com – Suasana Desa Teras, Boyolali, pada Jumat (16/8) pagi tampak semarak. Ratusan siswa-siswi SD Negeri Teras 2 mengikuti karnaval memperingati HUT ke-80 Kemerdekaan RI dengan penuh antusias.
Sebelum turun ke jalan mengelilingi desa, para siswa bersama guru menyanyikan lagu-lagu perjuangan. Menariknya, seluruh peserta mengenakan beragam busana adat. Ada yang tampil dengan pakaian kejawen, adat Ponorogo, hingga kostum mencerminkan profesi orang tua mereka, mulai dari TNI, Polri, aparatur negara, petani, hingga buruh pabrik.
Kepala sekolah menuturkan, kegiatan ini tidak hanya menumbuhkan semangat nasionalisme, tetapi juga melatih kebersamaan dan kedisiplinan siswa.
“Sebelum karnaval, anak-anak sudah terbiasa dididik menjaga kebersihan lingkungan setiap minggunya. Jadi mereka belajar bahwa cinta tanah air juga bisa diwujudkan lewat tindakan sederhana,” ujarnya.
Usai pawai keliling desa, para siswa menikmati makan bersama dari bekal yang dibawa masing-masing dari rumah. Momen kebersamaan itu menambah kegembiraan anak-anak karena selain bisa tampil dengan pakaian adat, mereka juga dapat merayakan kemerdekaan dengan suasana penuh persaudaraan.
Warga Perum Persada Asri RT 9 RW 2 Gelar Gotong Royong Malam Tujuhbelasan

Tak hanya siswa sekolah dasar, warga Perumahan Persada Asri, RT 9 RW 2, Desa Teras, juga aktif menyambut malam tujuhbelasan. Pada Jumat malam, warga menggelar gotong royong memasang dekorasi (dopo) secara bersama-sama.
Kegiatan ini dipimpin Edi Pur dan Joko Santoso, dengan Madun sebagai ketua keamanan lingkungan. Suasana kebersamaan semakin terasa karena seluruh warga turun tangan menghias lingkungan demi memeriahkan peringatan HUT ke-80 RI.
“Gotong royong seperti ini penting untuk mempererat persaudaraan warga. Semoga semangat kebersamaan terus terjaga, tidak hanya di momen Agustusan,” ujar salah satu tokoh warga.
Pewarta|Janter&Suharti



- Akses Jalan Pertanian Dibeton, KBMKB 2026 di Pakisan Jadi Motor Penggerak Ekonomi dan Ketahanan Pangan
- Karang Taruna Sinar Remaja Cetak Sejarah, Open Tournament Bangun Jaya 2026 Season 1 Berakhir Sukses dan Meriah
- Merasa Difitnah dalam Kasus Penggelapan, Rusdi Wijisaksono Gugat Kakak Kandung dan Keponakannya Rp14 Miliar di PN Sidoarjo
- Tingkatkan Ketahanan Keluarga, Kader PKK Dan Wanita Tani Ikuti Pelatihan Kedaruratan Di Polanharjo
- Masjid Sapu Jagad Nasional Jadi Saksi Konsolidasi Akbar AKJII, Persiapan Penguatan Tugas Jurnalistik Se-Indonesia





