![]()
KLATEN – Gedung Utama Perumda Air Minum Tirta Merapi Klaten resmi dioperasikan. Peresmian dilakukan langsung oleh Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, Rabu (28/1/2026), ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pemotongan pita bunga melati.
Dalam sambutannya, Bupati Klaten menegaskan bahwa keberadaan gedung baru ini diharapkan menjadi pemicu semangat baru bagi Perumda Air Minum Tirta Merapi dalam meningkatkan kualitas pelayanan air bersih kepada masyarakat.

“Program Banyu Lancar yang saya canangkan harus bisa terealisasi dengan baik melalui kinerja PDAM Klaten, baik dari sisi kualitas maupun kuantitas pelayanan air bersih,” ujar Hamenang dengan penuh semangat.
Ia juga mengingatkan agar pelayanan publik tidak semata-mata berorientasi pada keuntungan. Menurutnya, dalam kondisi tertentu, pemasangan sambungan baru meskipun secara bisnis kurang menguntungkan tetap harus dilakukan demi pemerataan layanan.
“Kalau di satu wilayah secara hitungan rugi tidak masalah, karena masih bisa disubsidi dari wilayah lain yang lebih menguntungkan. Prinsipnya saling menopang antarwilayah,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati turut menyinggung komitmen pemerintah desa terkait perluasan sambungan rumah (SR). Ia menyebut Kepala Desa Tumpukan, Kecamatan Karangdowo, sebelumnya menjanjikan 200 SR jika wilayahnya teraliri air PDAM, namun hingga kini baru terealisasi sekitar 150 SR pendaftar.
Sementara itu, di Desa Tlogowatu telah terpasang 70 SR pada tahun 2025, dan pada tahun 2026 ini ditargetkan penambahan hingga 400 SR.
“Bisa diwujudkan janjinya njih, Pak Kades Tumpukan,” kata Bupati yang disambut riuh tawa tamu undangan Forkopimda dan peserta peresmian.
Ke depan, Hamenang juga mengungkapkan rencana pengembangan Perumda Air Minum Tirta Merapi, termasuk pembangunan pabrik Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) dengan merek Tirta Merapi.
“Gedung megah harus sejalan dengan pelayanan yang terus meningkat. Pelayanan harus selalu di-upgrade,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Merapi Klaten, Irawan Margono, menjelaskan bahwa pembangunan gedung utama ini berawal dari gagasan penataan ulang kantor agar menghadap langsung ke Jalan Tentara Pelajar, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Perencanaan gedung dilakukan oleh konsultan profesional dengan mempertimbangkan aspek keamanan, estetika, dan fungsionalitas, termasuk ramah bagi penyandang disabilitas dan ibu menyusui.
“Total luas bangunan mencapai 1.200 meter persegi, terdiri dari dua lantai masing-masing 600 meter persegi, dengan konsep arsitektur kolonial,” jelas Irawan.
Proses pembangunan gedung memakan waktu sekitar 180 hari atau enam bulan. Menurutnya, pembangunan ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi merupakan wujud komitmen perusahaan dalam meningkatkan layanan air minum bagi masyarakat Kabupaten Klaten.
Ia menambahkan, fasilitas gedung telah memenuhi standar Peraturan Menteri PUPR Nomor 14/PRT/M/2017 tentang kemudahan bangunan gedung, meliputi aspek aksesibilitas, keselamatan, pelayanan, dan kenyamanan.
“Gedung ini kami harapkan menjadi sentra pelayanan yang lebih nyaman, pusat inovasi kerja, sekaligus simbol modernitas pelayanan publik menuju transformasi digital dan layanan cepat di tahun 2026,” pungkasnya.
Koresponden: Ary Tunjung

