![]()
SUARA PENDIDIKAN
SRAGEN – Memilih sekolah dasar bukan sekadar menentukan tempat belajar, tetapi juga memilih lingkungan yang akan membentuk karakter, akhlak, dan masa depan buah hati. Di tengah pesatnya perkembangan zaman, MIN 9 Sragen, Sekolah yang di pimpin Kepala MIN 9 Sragen Siti Marwiyah hadir sebagai madrasah negeri yang memadukan pendidikan akademik dengan penanaman nilai-nilai keislaman secara harmonis.
Di madrasah ini, peserta didik tidak hanya dibimbing untuk meraih prestasi di bidang akademik, tetapi juga dibiasakan menjalani kehidupan yang berlandaskan ajaran Islam. Nilai-nilai seperti kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, kepedulian, serta akhlakul karimah ditanamkan sejak dini sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.
Baca Juga:
- Pawai Pembangunan Semarakkan HUT ke-81 RI, Jalan Slamet Riyadi Solo Dipadati Warga
- Hutan Bukan Komoditas Kekuasaan: Menata Kembali Tata Kelola Perhutanan dan Mengembalikan Aset Negara
- Ratusan Onthelis Sukoharjo Gelar Upacara HUT ke-81, Jaga Tradisi dan Lestarikan Sepeda Tua
- Bantuan P3A Rp195 Juta di Mulur Diduga Diborongkan, Talud Sawah Disebut Rampung 3 Minggu
- Tanah Kerukan Embung Nganti Diduga Diperjualbelikan, LAPAAN RI Desak Aparat Periksa Proyek
Suasana belajar yang kondusif, didukung tenaga pendidik yang berdedikasi dan lingkungan madrasah yang religius, menjadi bagian penting dalam proses pembentukan karakter peserta didik. Pembelajaran agama dan ilmu pengetahuan berjalan beriringan sehingga melahirkan generasi yang cerdas secara intelektual sekaligus matang secara spiritual.
Sebagai madrasah negeri yang telah memperoleh akreditasi A, MIN 9 Sragen terus berkomitmen memberikan layanan pendidikan yang berkualitas, adaptif terhadap perkembangan zaman, tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam yang menjadi fondasi utama pendidikan.
Bagi para orang tua yang menginginkan putra-putrinya tumbuh menjadi pribadi yang beriman, berilmu, berprestasi, serta memiliki akhlak mulia, MIN 9 Sragen menjadi salah satu pilihan pendidikan yang layak dipertimbangkan.
Karena sejatinya, pendidikan terbaik bukan hanya tentang nilai yang tinggi, tetapi juga tentang membentuk karakter yang kuat, hati yang bersih, serta generasi yang siap menjadi kebanggaan keluarga, masyarakat, bangsa, dan agama. (Seno)
BREAKING NEWS:
-
Pawai Pembangunan Semarakkan HUT ke-81 RI, Jalan Slamet Riyadi Solo Dipadati Warga -
Hutan Bukan Komoditas Kekuasaan: Menata Kembali Tata Kelola Perhutanan dan Mengembalikan Aset Negara -
Ratusan Onthelis Sukoharjo Gelar Upacara HUT ke-81, Jaga Tradisi dan Lestarikan Sepeda Tua -
Bantuan P3A Rp195 Juta di Mulur Diduga Diborongkan, Talud Sawah Disebut Rampung 3 Minggu -
Tanah Kerukan Embung Nganti Diduga Diperjualbelikan, LAPAAN RI Desak Aparat Periksa Proyek
-
Pawai Pembangunan Semarakkan HUT ke-81 RI, Jalan Slamet Riyadi Solo Dipadati Warga
KABAR SOLO SOLO – Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta menggelar karnaval atau pawai pembangunan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Jumat (21/8/2026). Mengusung semangat “Sayangi Semesta, Hidup Bahagia”, kegiatan tersebut berlangsung mulai pukul 14.00 WIB dengan mengambil rute di kawasan Jalan Brigjen Slamet Riyadi, Gendekan, Kota Surakarta. Pawai pembangunan melibatkan berbagai…
-
Hutan Bukan Komoditas Kekuasaan: Menata Kembali Tata Kelola Perhutanan dan Mengembalikan Aset Negara
OPINI Hutan tidak semata-mata merupakan hamparan vegetasi yang memiliki nilai ekonomi. Dalam perspektif ekologis, hutan merupakan sistem penyangga kehidupan yang berfungsi menjaga keseimbangan hidrologis, menyerap karbon, mempertahankan keanekaragaman hayati, mencegah degradasi tanah, sekaligus menopang kehidupan sosial-ekonomi masyarakat di sekitarnya. Karena itu, tata kelola kehutanan tidak dapat diletakkan hanya dalam kerangka eksploitasi sumber daya dan penerimaan…
-
Ratusan Onthelis Sukoharjo Gelar Upacara HUT ke-81, Jaga Tradisi dan Lestarikan Sepeda Tua
BUDAYA SUKOHARJO – Ratusan penggemar sepeda tua atau ontelis dari berbagai komunitas di Kabupaten Sukoharjo mengikuti upacara rutin tahunan dalam rangka memperingati HUT ke-81. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ajang mempererat persaudaraan antar-komunitas ontelis yang tergabung dalam Onthelis Sukoharjo Makmur. Sedikitnya terdapat sekitar 300 komunitas atau 36 Paguyuban ontelis yang tergabung dalam wadah tersebut. Secara rutin,…




