![]()
SUARA PENDIDIKAN
SRAGEN – Memilih sekolah dasar bukan sekadar menentukan tempat belajar, tetapi juga memilih lingkungan yang akan membentuk karakter, akhlak, dan masa depan buah hati. Di tengah pesatnya perkembangan zaman, MIN 9 Sragen, Sekolah yang di pimpin Kepala MIN 9 Sragen Siti Marwiyah hadir sebagai madrasah negeri yang memadukan pendidikan akademik dengan penanaman nilai-nilai keislaman secara harmonis.
Di madrasah ini, peserta didik tidak hanya dibimbing untuk meraih prestasi di bidang akademik, tetapi juga dibiasakan menjalani kehidupan yang berlandaskan ajaran Islam. Nilai-nilai seperti kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, kepedulian, serta akhlakul karimah ditanamkan sejak dini sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.
Baca Juga:
- Terima SK Periode 2026–2031, LPER Semarang Raya Bidik Kolaborasi dengan Pemerintah dan Pelaku UMKM
- Api Melalap Tumpukan Rosok di Kartasura, Puluhan Armada Pemadam Dikerahkan
- Bantuan Revitalisasi Rp448,3 Juta, MCK KB Harapan Bangsa Disorot soal Batas Tanah dan Dugaan Pemborongan
- Dry Ice Diuji Atasi Kabut Asap Karhutla di Palembang, Solusi Baru atau Masih Menunggu Pembuktian?
- Penjara Bukan Apartemen Koruptor: RUU Perampasan Aset Jangan Berakhir Menjadi Janji Politik
Suasana belajar yang kondusif, didukung tenaga pendidik yang berdedikasi dan lingkungan madrasah yang religius, menjadi bagian penting dalam proses pembentukan karakter peserta didik. Pembelajaran agama dan ilmu pengetahuan berjalan beriringan sehingga melahirkan generasi yang cerdas secara intelektual sekaligus matang secara spiritual.
Sebagai madrasah negeri yang telah memperoleh akreditasi A, MIN 9 Sragen terus berkomitmen memberikan layanan pendidikan yang berkualitas, adaptif terhadap perkembangan zaman, tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam yang menjadi fondasi utama pendidikan.
Bagi para orang tua yang menginginkan putra-putrinya tumbuh menjadi pribadi yang beriman, berilmu, berprestasi, serta memiliki akhlak mulia, MIN 9 Sragen menjadi salah satu pilihan pendidikan yang layak dipertimbangkan.
Karena sejatinya, pendidikan terbaik bukan hanya tentang nilai yang tinggi, tetapi juga tentang membentuk karakter yang kuat, hati yang bersih, serta generasi yang siap menjadi kebanggaan keluarga, masyarakat, bangsa, dan agama. (Seno)
BREAKING NEWS:
-
Terima SK Periode 2026–2031, LPER Semarang Raya Bidik Kolaborasi dengan Pemerintah dan Pelaku UMKM -
Api Melalap Tumpukan Rosok di Kartasura, Puluhan Armada Pemadam Dikerahkan -
Bantuan Revitalisasi Rp448,3 Juta, MCK KB Harapan Bangsa Disorot soal Batas Tanah dan Dugaan Pemborongan -
Dry Ice Diuji Atasi Kabut Asap Karhutla di Palembang, Solusi Baru atau Masih Menunggu Pembuktian? -
Penjara Bukan Apartemen Koruptor: RUU Perampasan Aset Jangan Berakhir Menjadi Janji Politik
-
Terima SK Periode 2026–2031, LPER Semarang Raya Bidik Kolaborasi dengan Pemerintah dan Pelaku UMKM
LINTASINDONEWS SEMARANG – Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Rakyat (LPER) Cabang Semarang Raya resmi menerima Surat Keputusan (SK) kepengurusan periode 2026–2031. Dengan diterimanya SK tersebut, organisasi ini bersiap memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, pelaku usaha, dan berbagai elemen masyarakat untuk mendorong pemberdayaan ekonomi rakyat. SK kepengurusan diserahkan langsung oleh Sekretaris Jenderal DPP LPER, Prof. Dr. Dra. Francisca Sestri…
-
Api Melalap Tumpukan Rosok di Kartasura, Puluhan Armada Pemadam Dikerahkan
LINTASINDONEWS KARTASURA, LINTASINDONEWS.COM – Kebakaran hebat melanda tempat pengepul barang bekas di kawasan Wiragunan, sebelah selatan Terminal Kartasura, Kamis (15/10/2026) siang. Kobaran api yang membakar tumpukan barang bekas atau rosok merembet ke bangunan di sekitarnya hingga memerlukan pengerahan sejumlah armada pemadam kebakaran dan dukungan lintas instansi. Hingga pukul 13.15 WIB, petugas masih berjibaku memadamkan api…
-
Bantuan Revitalisasi Rp448,3 Juta, MCK KB Harapan Bangsa Disorot soal Batas Tanah dan Dugaan Pemborongan
LINTASINDONEWS SRAGEN, – Pembangunan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) di lingkungan KB Harapan Bangsa, Dusun II, Desa Jembangan, Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen, menjadi sorotan setelah muncul informasi dugaan sebagian bangunan memasuki tanah milik warga setempat. Informasi awal yang diterima redaksi menyebut bagian tanah yang dipersoalkan diperkirakan sekitar 0,5 meter dan disebut milik warga bernama Mbah…




