Antara Bendera Jolly Roger dan Merah Putih: Di Mana Letak Akal dan Hati?

Antara Bendera Jolly Roger dan Merah Putih: Di Mana Letak Akal dan Hati?

Loading

👁️Opini|Redaksi

✍️ Editor|Rian Derasta

Di tengah semangat kemerdekaan yang seharusnya kita rayakan dengan bangga dan penuh hormat, muncul fenomena yang bikin banyak rakyat mengernyitkan dahi: berkibarnya bendera bajak laut ala One Piece menggantikan atau mendampingi sang Saka Merah Putih.

Sebagian bilang ini cuma ekspresi anak muda. Sebagian lagi membela sebagai bentuk kreativitas menjelang 17 Agustus. Tapi mari kita tanya satu hal mendasar: kalau bendera Merah Putih saja dianggap biasa, lalu apa yang sebenarnya kita rayakan setiap Agustus?

Ini bukan sekadar kain merah dan putih. Di baliknya ada darah para pahlawan, cucuran keringat para ibu bangsa, dan air mata generasi yang menanam kemerdekaan dengan penuh pengorbanan.

Rakyat yang Bicara: Siapa Mereka?

Ini suara dari jalan-jalan desa, lorong-lorong kota, hingga obrolan warung kopi dan group WA RT. Ini suara rakyat yang kadang tak viral, tapi nyata: orang-orang yang masih menaruh hormat pada simbol negara. Para bapak yang tiap tahun gotong royong pasang bendera, para ibu yang menjahit kain Merah Putih buat lomba, anak-anak kecil yang bangga nyanyi “Indonesia Raya” meski belum ngerti semua liriknya.

Mereka gelisah. Bukan karena alergi budaya pop. Tapi karena merasa ada yang hilang dari nurani kolektif kita: rasa hormat.

Clickbait Mentality: Kebebasan yang Kebablasan

Tak semua yang viral itu benar. Banyak yang ikut-ikutan kibarkan bendera bajak laut tanpa paham maknanya. Ini bukan soal suka atau tidak suka pada One Piece. Tapi apakah wajar kita menjadikan simbol fiksi yang tak punya akar pada sejarah bangsa sebagai lambang menjelang hari suci kemerdekaan?

Ini bukan minoritas vs mayoritas. Ini soal akal sehat. Jika mayoritas rakyat masih menaruh hormat pada bendera negara, maka publik harus berdiri di sisi itu. Minoritas kreatif boleh bersuara, tapi bukan berarti boleh menampar wajah sejarah.

Saatnya Malu Kalau Hanya Ikut Tren

Kalau kamu kibarkan bendera Jolly Roger hanya karena viral, saatnya bertanya ke diri sendiri: apa yang kamu rayakan pada 17 Agustus nanti? Jangan sampai generasi kita tercatat sebagai generasi yang lupa simbol, kehilangan arah, dan menjadikan budaya populer sebagai pengganti identitas nasional.

Peringatan keras dari Menko Polkam bukan soal otoritarianisme. Tapi alarm. Bahwa kita sedang menguji batas antara ekspresi dan penghinaan terhadap martabat negara.

Indonesia bukan bajak laut. Kita adalah bangsa pejuang. Dan pejuang tak pernah melupakan benderanya.


🎯 Hastags

#HormatiMerahPutih #JanganJadiBajakTrend #EkspresiAdaBatasnya #OnePieceBukanSimbolNegara #GenerasiPahlawanBukanBajakLaut #MaluKalauCumaIkutIkutan #BanggaBenderaSendiri