![]()
Lintasindo – Sragen, Kepala SMP Negeri 1 Plupuh Tukimin, S.Pd., M.Pd saat di konfirmasi dalam ruang kerjanya, membacakan apa dari misi sekolah ini, dia katakan SMP Negeri 1 Plupuh membawa misi cerdas berkarakter, trampil, beriman dan taqwa, berwawasan global, peduli dan berbudaya lingkungan

Melalui visi tersebut menjadikan para siswa agar menjadi orang cerdas, memiliki karakter positif, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai agama dan keyakinanya, berwawasan global, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan, jelasnya.
Kemudian cerdas adalah kata sifat maka siswa harapkan memiliki kemampuan untuk memperoleh dan menerapkan pengetahuan, informasi, keterampilan, dan dapat mengandalkan logikanya.
Kemudian Tukimin menjabarkan, para siswa didik agar di masa depanya memiliki sifat:
1. Mudah beradaptasi dengan lingkungan, mampu efektif mengubah perilaku atau membuat perubahan pada lingkungan
2. Selalu penasaran sehingga banyak membaca Mereka tidak hanya membaca buku-buku dan informasi, tetapi juga mengamati dengan saksama tanda-tanda alam, situasi, kondisi, dan lingkungan.
3. Memiliki Pengetahuan yang Luas
4. Dapat mengendalikan diri
5. Peka terhadap orang lain
Saat ini SMPN 1 Plupuh bersiap maju Adiwiyata Nasional th. 2024
Sekolah Adiwiyata adalah jenis sekolah yang mengutamakan kepedulian dan berbudaya terhadap lingkungan.
Semua programnya mulai dari menciptakan tempat belajar yang baik, ikut membantu melestarikan lingkungan, hingga bertanggung jawab untuk menyelamatkan lingkungan hidup.
Salah satu kegiatan sekolah Adiwiyata adalah membersihkan lingkungan ,sehingga sekolah merupakan tempat belajar yang nyaman. Sekolah SMPN1 Plupuh dikenal sebagai green school.
Tujuan, program, beserta kurikulumnya.
Dikutip dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sragen pengertian Adiwiyata berasal dari Bahasa Sansekerta, yakni adi yang berarti besar, agung, baik, ideal atau sempurna. Sedangkan wiyata adalah tempat di mana seseorang mendapatkan ilmu pengetahuan, norma, dan etika.
Singkatnya pengertian sekolah Adiwiyata adalah sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan. SMP N 1 Plupuh memiliki program nyata untuk mengintegrasikan pelestarian lingkungan dalam kegiatan belajar-mengajar.
Tujuan SMPN 1 Plupuh meraih Adiwiyata untuk mewujudkan masyarakat sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan dengan tiga cara, yaitu:
1. Menciptakan tempat belajar yang lebih baik untuk meningkatkan mutu murid, guru, wali murid, hingga masyarakat sekitar, sekaligus melestarikan lingkungan hidup.
2. Ikut membantu melestarikan lingkungan hidup demi keberlangsungan generasi yang akan datang.
Warga sekolah bertanggung jawab dalam menyelamatkan lingkungan hidup yang berkelanjutan.
Salah satu ciri-ciri sekolah Adiwiyata adalah adanya taman. Taman sekolah yang sering kali ditumbuhi oleh tanaman berwarna-warni untuk mempercantik dan memperindah lingkungan sekolah.
Dengan keberadaan taman ini, murid dan guru diharapkan bisa lebih merasa nyaman selama proses belajar dan mengajar.
Apa bedanya sekolah ini dengan sekolah lain yang tidak berlabel green school?
Sekolah Adiwiyata atau green school merupakan tempat belajar yang ingin para siswanya memiliki karakter peduli lingkungan bahkan setelah lulus nanti
Oleh karena itu, sekolah ini mengintegrasikan tiga prinsip dasar dalam penentuan kurikulumnya, yakni edukatif, partisipatif, dan berkelanjutan.
Edukatif berarti pendidikan lingkungan melalui berbagai pembiasaan hidup berdampingan dengan alam, seperti memelihara dan mengelola lingkungan itu sendiri.
Hal ini diharapkan dapat mengubah pola pikir dan perilaku warga sekolah menjadi manusia-manusia yang peduli lingkungan, menjadikan warga yang cinta lingkungan, baik di sekolah, di rumah, maupun di masyarakat.
Sementara itu, partisipatif adalah melaksanakan program sekolah ramah lingkungan ini secara komprehensif, mulai dari pihak pemerintah sampai masyarakat. Oleh karena itu, sekolah bisa menyusun kegiatan yang berhubungan dengan program Adiwiyata ini berdasarkan kesepakatan dengan orangtua murid maupun warga sekitar.
Terakhir, berkelanjutan memiliki arti bahwa program sekolah Adiwiyata dapat dilakukan terus-menerus hingga tujuannya tercapai.
Secara umum, tujuan sekolah Adiwiyata adalah menimbulkan kesadaran semua pihak tentang peduli lingkungan.
Tujuan sekolah Adiwiyata dan manfaatnya
Dilansir dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sragen terdapat beberapa tujuan Adiwiyata yang perlu dipahami, di antaranya:
1. Mewujudkan masyarakat sekolah yang lebih peduli dan berbudaya dalam lingkungan. Hal ini dapat dilakukan dengan menciptakan kondisi sekolah yang lebih baik lagi untuk menjadi wadah pembelajaran.
2. Selain itu, sekolah Adiwiyata bertujuan untuk membuat warga sekolah lebih sadar akan lingkungan sekitarnya demi terciptanya upaya pelestarian lingkungan.
3. Mendorong dan mendukung sekolah untuk melestarikan lingkungan hidup dalam pembangunan yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan demi kepentingan generasi yang akan datang.
4. Program sekolah Adiwiyata juga bertujuan untuk mengembangkan norma dasar, seperti kebersamaan, keterbukaan, kesetaraan, kejujuran, keadlian, dan kelestarian lingkungan hidup serta sumber daya alam.
Menerapkan prinsip dasar, di antaranya partisipatif di mana sekolah terlibat dalam manajemen sekolah yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi sesuai tanggung jawab serta peran.
Tujuan sekolah Adiwiyata yang tak kalah penting adalah mendukung pencapaian standar kompetensi dasar dan standar kompetensi kelulusan (SKL) pendidikan dasar serta menengah.
Meningkatkan efisiensi penggunaan dana operasional sekolah melalui penghematan dan juga pengurangan konsumsi dari berbagai sumber daya serta energi.
Tujuan sekolah Adiwiyata lainnya adalah meningkatkan upaya untuk melindungi serta mengelola lingkungan hidup melalui kegiatan pengendalian pencemaran, kerusakan, serta pelestarian fungsi lingkungan di sekolah.
Program dan kurikulum di sekolah Adiwiyata
Secara umum, kurikulum pembelajaran pada sekolah Adiwiyata adalah sama dengan mayoritas sekolah lain sesuai jenjang pendidikannya Green school SMPN 1 Plupuh ini memiliki beberapa program spesifik yang berhubungan dengan pelestarian lingkungan, seperti:
Penjadwalan piket kelas harian.
Program jumat bersih, yaitu melakukan kegiatan pelestarian lingkungan sekolah, seperti membersihkan selokan di sekolah, memelihara kebun bunga, menanam bibit sayur, mengolah limbah, dan lain-lain sesuai jadwal yang ditetapkan.
Ekstrakurikuler lingkungan, yakni program di luar kegiatan belajar-mengajar yang dilakukan satu minggu sekali dengan melakukan kegiatan berbasis lingkungan, seperti menanam, memelihara, dan mengelola lingkungan sekolah.
Adanya fasilitas berbasis lingkungan, seperti taman toga sekolah, kolam ikan, hutan sekolah, atau Green House.
Terdapat pengelolaan sampah, baik untuk membuat kompos maupun dialihfungsikan menjadi karya seni.
Melakukan penghematan sumber energi, seperti air dan listrik, dengan minimal menempel stiker imbauan di dekat keran air atau saklar listrik. Pada 2019 lalu, Kementerian Lingkungan Hidup juga menambahkan bahwa sekolah Adiwiyata adalah bagian dari gerakan peduli lingkungan yang didukung oleh pemerintah.
Dalam praktiknya, SMP N 1 Plupuh yang berpredikat Adiwiyata provinsi ini juga mempromosikan gerakan tersebut melalui berbagai saluran, seperti memperlihatkan kegiatan peduli lingkungan lewat akun media sosial atau terjun langsung ke masyarakat. SMPN1 Plupuh Sebagai Sekolah Sehat
Selain wajib menerapkan protokol kesehatan yang ketat, SMPN1 Plupuh memperhatikan kondisi kesehatan warga sekolah meliputi konsumsi makanan berisiko setiap hari, status gizi, serta kebersihan diri dan aktivitas fisik.
Oleh karena itu SMPN 1 Plupuh meluncurkan program revitalisasi UKS melalui kampanye Sekolah Sehat untuk mengoptimalkan upaya promosi kesehatan di satuan pendidikan melalui Usaha Kesehatan Sekolah (UKS)
SMPN 1 Plupuh memandang bahwa UKS memang memiliki peranan penting dalam mewujudkan lingkungan sekolah yang sehat, kuat, dan cerdas berkarakter. UKS bukan fasilitas kesehatan fisik di sekolah semata, melainkan upaya satuan pendidikan dalam menanamkan menumbuhkan, mengembangkan serta membimbing warga satuan pendidikan untuk secara terpadu, terarah, dan bertanggung jawab menghayati dan melaksanakan prinsip hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari melalui Trias UKS.
Sejalan dengan hal itu pendidikan lewat kampanye Sekolah Sehat mencanangkan tiga gerakan utama. Apa sajakah itu?
1. Sehat Bergizi
Pelaksanaan gerakan sehat bergizi didorong melalui upaya:
Pemahaman gizi seimbang.
Pembiasaan makan dan minum dengan gizi seimbang.
Menghindari/meminimalisir konsumsi makanan cepat saji; makanan/ minuman yang berpemanis, berpengawet, kurang serat, tinggi gula, garam, dan lemak.
Pembinaan kantin sehat.
2. Sehat Fisik
Sehat fisik didorong melalui upaya:
Senam Kesegaran Jasmani (SKJ) seminggu sekali
Gerakan peregangan pada pergantian jam pelajaran
Optimalisasi 4 L (Lompat, Lari, Lempar, Loncat) melalui permainan rakyat dan olahraga tradisional pada jam istirahat
Optimalisasi intrakurikuler dan ekstrakurikuler olah raga
Pembiasaan jalan kaki.
3. Sehat Imunisasi
Pelaksanaan gerakan sehat imunisasi didorong melalui upaya:
Pemetaan status imunisasi
Pemberian rekomendasi
Pelaksanaan imunisasi dasar lengkap bagi usia sekolah. (Red/War).

